Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

POLITIK

Ormas Islam Sepakat Dukung Strategi Presiden untuk Palestina

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Dalam pertemuan yang melibatkan 16 ormas Islam dan puluhan kiai sepuh, tercapai konsensus kuat mulai dari tataran nilai, prinsip, hingga kebijakan terkait dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf merinci tingkatan kesepakatan tersebut. “Pada tataran nilai, semua sepakat bahwa menolak penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan untuk semua bangsa adalah amanat proklamasi. Pada tataran prinsip, semuanya sepakat bahwa Indonesia harus membantu, membela, dan memperjuangkan Palestina sampai merdeka,” ungkapnya, Selasa.

Yang menarik, pada tataran kebijakan, para pemimpin ormas Islam mendapat penjelasan ekstensif dari Presiden tentang pertimbangan realistis terkait keadaan aktual dan peluang-peluang yang tersedia. “Agar Indonesia bisa secara lebih konkret, lebih progresif, dan mengejar hasil yang lebih nyata berdampak untuk menolong Palestina,” kata Yahya Cholil.

Para tokoh agama menitipkan pesan penting kepada Presiden agar tidak mudah terbawa arus yang justru bisa merugikan Palestina. Menanggapi hal itu, Presiden menegaskan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan penuh.

“Presiden mengatakan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan, dengan prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar untuk menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina, khususnya di Gaza,” jelas Yahya Cholil.

Strategi Indonesia tidak hanya terfokus pada Gaza, tetapi juga akan dikembangkan untuk membantu rakyat Palestina di Tepi Barat. Partisipasi Indonesia dalam Board of Peace dipandang sebagai langkah strategis yang terkonsolidasi dengan negara-negara Islam dan Timur Tengah lainnya.

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Zaitun Rasmin menegaskan, para pemimpin ormas mengingatkan bahwa tujuan akhirnya bukan hanya perdamaian, tetapi kemerdekaan sejati Palestina. “Ini tadi disampaikan dengan jelas dan alhamdulillah Bapak Presiden menerima baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo

25 Februari 2026 - 20:45 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

25 Februari 2026 - 16:05 WIB

Populer POLITIK