Menu

Mode Gelap
Prabowo di US-Indonesia Business Roundtable Summit: Indonesia Bukan Pasar Biasa Ironi Penegakan Hukum: Aktivis Literasi Diburu, Massa Penjarah Terorganisir Lolos Tragedi Berdarah Agustus: Operasi Pembungkaman Kaum Muda Terbesar Pasca-Reformasi 125 Sejarawan Dilibatkan dalam Penulisan Ulang Sejarah Lingkungan Hidup di Kaimana: Harmoni Alam yang Perlu Dijaga Bersama Prabowo di Washington: RI Tak Pernah Sekali Pun Gagal Bayar Utang

EKONOMI

Ekonomi Indonesia di Titik Rentan

badge-check


					Foto: Aulia Postiera/tangkapan layar Perbesar

Foto: Aulia Postiera/tangkapan layar

INAnews.co.id, JakartaKejatuhan IPK Indonesia bukan berdiri sendiri. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah lembaga keuangan internasional secara berurutan mengeluarkan sinyal negatif terhadap Indonesia: MSCI Morgan Stanley menyoroti kondisi pasar modal yang membuat indeks saham terpukul dua hari berturut-turut hingga memicu mundurnya sejumlah pejabat Bursa Efek Indonesia dan OJK, sementara Moody’s mempertanyakan kemampuan fiskal Indonesia dalam membayar utang.

“Ini berita buruk semua dalam berapa minggu ini dan harus direspons serius oleh pemerintah,” tegas Aulia dalam perbincangan di kanal YouTube Media Novel Baswedan, Rabu (18/2/2026).

Menurut Aulia, rendahnya IPK secara langsung mempersulit Indonesia menarik investasi asing. Investor yang diundang Presiden Prabowo Subianto dalam forum World Economic Forum di Davos, misalnya, akan berpikir ulang menanamkan modal besar di negara yang dipersepsikan bermasalah dengan korupsi. Terlebih, ada pengakuan bahwa investor asing yang hendak membangun pabrik di Indonesia justru menghadapi praktik pungutan liar dan pemerasan.

Ditambah lagi, operasi tangkap tangan yang baru-baru ini menjerat pejabat bea cukai mempertegas bahwa jalur ekspor-impor—yang menjadi nadi utama aktivitas pebisnis yang disurvei—masih rentan praktik korupsi. OTT terhadap ketua dan wakil ketua Pengadilan Negeri Depok pun memperparah persepsi negatif terhadap integritas lembaga peradilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kelas Menengah Tergerus PHK dan Inflasi Pangan, Daya Beli Masyarakat Anjlok

14 Februari 2026 - 19:47 WIB

Angka Pertumbuhan 5,39 Persen Dinilai Anomali

13 Februari 2026 - 17:44 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Gagal Capai Target, Transisi Pemerintahan Dinilai Kurang Optimal

13 Februari 2026 - 16:42 WIB

Populer EKONOMI