Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Saksikan Kemitraan Danantara–Arm, Indonesia Percepat Lompatan Industri Semikonduktor Eros Djarot: Peradaban Bangsa Dirusak di Era Jokowi Komentar Pengamat soal Alfamart dan Indomaret Harus Tutup karena Bisa Rugikan Kopdes BRICS atau Trump? Bukti Indonesia Kehilangan Orientasi Politik Luar Negeri Indonesia Ikut Melemah Seiring Penolakan MA Amerika atas Tarif Trump Perkuat Silaturahmi, Kedubes UEA Serahkan Simbol Tradisi dan Persahabatan di Masjid Al-Amin Kemenkeu

BUDAYA

Eros Djarot: Peradaban Bangsa Dirusak di Era Jokowi

badge-check


					Foto: Eros Djarot/tangkapan layar Perbesar

Foto: Eros Djarot/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Budayawan dan politikus senior Eros Djarot mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap warisan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Ia menilai era tersebut telah merusak peradaban bangsa secara sistematis, termasuk dalam hal distribusi kekuatan ekonomi.

“Kenapa saya marahnya sama Jokowi itu bukan masalah apa-apa, tapi peradaban. Peradaban kita sebagai bangsa itu dirusak. Bagaimana kekuatan ekonomi hanya digeser ke satu kelompok ras tertentu,” ujar Eros dalam wawancara bersama Abraham Samad di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up, Ahad (22/2/2026).

Eros menyebut meritokrasi telah dihancurkan, etika dan moral bangsa runtuh, serta terjadi disorientasi dalam berbangsa dan bernegara. Ia mencontohkan bagaimana proyek-proyek strategis nasional (PSN) disebut hanya mengalir ke kelompok tertentu, serta bagaimana nepotisme dibiarkan merajalela — termasuk saat jalur hukum melalui Mahkamah Konstitusi dimanfaatkan demi melanggengkan kepentingan keluarga penguasa.

“Yang diutamakan adalah menyenangkan pimpinannya, bukan menyenangkan rakyatnya,” tegas Eros.

Ia juga mengkritik narasi rasialisme yang menurutnya justru digunakan sebagai tameng oleh kelompok tertentu untuk membungkam kritik. “Rasialisme dijadikan politik tameng mereka. Sedikit saja kita bicara, langsung disikat dengan tuduhan SARA. Mana pernah kita menyentuh inti masalah kalau begini caranya,” kata Eros.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Menjaga Lingkungan Danau Toba di Samosir dari Limbah

22 Februari 2026 - 21:09 WIB

Menjaga Kelestarian Alam dan Budaya Singkawang

14 Februari 2026 - 20:32 WIB

Menjaga Kelestarian Teluk Bintuni sebagai Warisan Alam Papua Barat

5 Februari 2026 - 07:40 WIB

Populer BUDAYA