Menu

Mode Gelap
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional

PERISTIWA

Enam belas tahun tragedi bom Bali

badge-check

INAnews.co.id – Hari ini, tepat dimana16 tahun silam, dua buah bom mengguncang kawasan Kuta, yang menyebabkan 202 orang tewas.

Di antara mereka yang tewas di tempat Paddy’s Irish Bar dan Sari Club di dekatnya adalah turis dari 21 negara, termasuk 88 warga Australia, 38 orang Indonesia, dan 28 warga Inggris.

Sepuluh bulan sebelumnya, benih-benih plot Bom Bali I kemungkinan telah ditanam di sebuah kamar hotel di Thailand selatan, demikian laporan dari investigasi oleh Kepolisian Republik Indonesia.

Pada pertemuan rahasia para pelaku operasi dari jaringan militan Asia Tenggara, Jemaah Islamiah (JI), Riduan Isamuddin, ia yang juga dikenal sebagai Hambali, diyakini telah memerintahkan strategi baru mengenai sasaran-sasaran lunak, seperti klub malam dan bar, dibandingkan tempat dengan keamanan yang tinggi, seperti kedutaan asing.

Menurut Ali Imron, yang dijebloskan ke dalam penjara pada tahun 2003 silam, mengatakan bahwa kemantapan untuk melakukan serangan Bom Bali I yang ditetapkan dalam sebuah pertemuan di Surakarta, Jawa Tengah. Namun, Imron mengatakan bahwa “komandan lapangan” Imam Samudra mengumumkan rencana untuk mengebom target wisata di Bali.

Imron mengatakan, bahwa Pulau Dewata sengaja dipilih “karena sering dikunjungi oleh orang Amerika dan rekan mereka”. Dia mengutip pernyataan Imam Samudra yang menyebut rencana itu sebagai bagian dari jihad, atau perang suci, untuk “membela rakyat Afghanistan atas penindasan AS”.

Faktanya, lebih banyak orang Australia dan Indonesia yang meninggal dari pada warga AS, sehingga mendorong spekulasi bahwa komplotan itu kurang mendapat informasi atau dimanipulasi oleh pihak lain.

Hambali juga saat ini berada dalam tahanan AS di Teluk Guantanamo, diyakini yang merupakan kontak Asia Tenggara untuk jaringan Al Qaeda yang dipimpin mendiang Osama Bin Laden. Tapi dia tidak berpikir untuk melakukan permainan peran aktif di plot Bali.

Mukhlas, seorang guru agama yang berusia 43 tahun, juga dikenal sebagai Ali Ghufron, ditangkap atas tuduhan sebagai koordinator keseluruhan pada serangan Bom Bali I.

Jaksa penuntut mengatakan bahwa dia menyetujui target dan menjamin pendanaan untuk pemboman itu. Mukhlas sendiri mengaku dia hanya memberi pembom panduan agama. Dan dia juga merekrut dua adik lelakinya, Amrozi dan Ali Imron, untuk memainkan peran kunci dalam serangan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Keterlibatan Pemerintah dalam Teror YouTuber Diragukan

7 Januari 2026 - 16:44 WIB

Insiden Mobil SPPG Tabrak Siswa SD, BGN Akan Investigasi

11 Desember 2025 - 16:14 WIB

Banjir Bandang Tiga Provinsi Ulah Manusia

4 Desember 2025 - 12:44 WIB

Populer PERISTIWA