Menu

Mode Gelap
Keberhasilan Pasar Karbon tak Hanya Tergantung Regulasi, tapi Kolaborasi Pemangku Kepentingan Indonesia Amankan Pasokan Minyak Mentah dari Rusia hingga Akhir Tahun Polri Umumkan Rekrutmen Akpol 2026 Bebas Titipan, Mahfud: Buah Reformasi Ketimpangan Picu Penjarahan, Bukan Sekadar Isu Ekonomi Potensi Asian Tenggara Jadi Kekuatan Penanganan Perubahan Iklim Global Hilirisasi Nikel Masih Bolong di Tengah

PERISTIWA

Banjir Bandang Tiga Provinsi Ulah Manusia

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyebut bencana banjir bandang di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh yang menewaskan sekitar 450 orang serta ratusan hilang sebagai akibat kerusakan hutan oleh ulah manusia dan kebijakan negara yang kurang cermat.

Mahfud tidak sependapat dengan pernyataan pejabat yang menyebut kayu-kayu terbawa arus hanya karena pohon tua tumbang.

“Ternyata kemudian yang muncul gelondongan-gelondongan yang jelas ulah tangan manusia yang dipotong rapi, disensor rapi gelondongannya,” ungkap Mahfud dalam podcast Terus Terang yang diunggah Selasa (2/12/2024).

Ia mengingatkan pentingnya dua langkah: penyelesaian bencana untuk menolong korban dan penataan kembali tata kelola kehutanan dengan penegakan hukum tegas. Mahfud juga mengungkit kasus Suryadharma Ali alias Apeng dari Duta Palma Grup yang pernah ditanganinya, dimana perusahaan tersebut merambah hutan negara tanpa izin selama puluhan tahun.

Berdasarkan data Global Forest Watch, lima wilayah teratas bertanggung jawab atas 59% kehilangan tutupan pohon antara 2001-2024, dengan Riau kehilangan 4,3 juta hektar. Dua dari 10 provinsi dengan deforestasi tertinggi—Sumatera Utara dan Aceh—kini menjadi lokasi bencana.

Mahfud menegaskan pemerintah harus menghentikan pemberian izin yang membahayakan rakyat. “Berhentilah main mata memberi-emberi izin yang membahayakan rakyat, terutama hutan dan lahan-lahan tambang,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ibu Korban 98 Bersaksi: Negara Harus Jawab Kekejaman Mei 1998

8 April 2026 - 18:42 WIB

Saksi Mata Korban Mei 1998: Perkosaan Itu Nyata, Bukan Omong Kosong

8 April 2026 - 13:38 WIB

Dahsyatnya Serangan Air Keras, Pengalaman Novel Baswedan

18 Maret 2026 - 12:17 WIB

Populer PERISTIWA