Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

INDAG

Ekonomi Dunia Melambat Jadi Bahasan Pertemuan Presiden Jokowi dan IMF

badge-check


					Presiden Jokowi memimpin delegasi Pemerintah Indonesia bertemu dengan delegasi IMF yang dipimpin oleh Managing Director-nya Kristalina Georgieva, di Bangkok, Thailand, Minggu 3/11/2019. (foto : setkab) Perbesar

Presiden Jokowi memimpin delegasi Pemerintah Indonesia bertemu dengan delegasi IMF yang dipimpin oleh Managing Director-nya Kristalina Georgieva, di Bangkok, Thailand, Minggu 3/11/2019. (foto : setkab)

INAnews.co.id, Bangkok – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pertemuan dengan Managing Director Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva, di Impact Forum Bangkok, Thailand, pada Minggu siang 3 november 2019.

Dalam pertemuannya Presiden Jokowi dan Kristalina melakukan tukar pikiran mengenai masalah situasi ekonomi di global maupun di kawasan.

“Managing Director IMF menyampaikan bahwa ekonomi dunia mengalami slow down dan pertumbuhan mengalami pertumbuhan yang terendah dalam satu dekade, banyak sekali uncertainties,” kata Menlu kepada wartawan di Bangkok, Thailand, dalam Media Briefing usai kegiatan hari kedua KTT ASEAN di Bangkok, Thailand, Minggu sore 3 november 2019.

Di sisi lain, lanjut Menlu, Managing Director IMF mengatakan bahwa ASEAN dinilai situasinya cenderung menjadi lebih baik.

“To be more exact, beliau mengatakan bahwa ekonomi ASEAN masih berada di bright spot in the world economy, bright spot-nya ada di ASEAN,” sambung Menlu.

Sementara Presiden Jokowi, menurut Menlu, menyampaikan bahwa untuk lima tahun ke depan, prioritas yang akan dilakukan Presiden adalah disebutkan seperti misalnya human capital development, kemudian melanjutkan pembangunan.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh sejumlah  Menteri Kabinet Indonesia Maju, yaitu Menko Bidang Polhukam Mahfud MD,  Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

 

 

Sumber : Setkab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

Paradoks Industri Nasional: Tumbuh tapi Tidak Serap Tenaga Kerja

31 Desember 2025 - 11:16 WIB

Cukai Rp20.000 Per Liter Hambat Daya Saing Bioetanol Indonesia

29 Desember 2025 - 20:58 WIB

Populer ENERGI