INAnews.co.id – Empat belas kilometer jalan membentang dari Bandara Pattimura ke Kota Ambon, Maluku. Berbagai atribut untuk menyongsong kedatangan kontingen dari 34 provinsi, sudah nampak menyambut acara Pesparani Katolik ke I.
Suasana senada juga terjadi pada penyelanggaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ )2012 dan Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) 2015 di Ambon.
“Kita harapkan semoga PESPARANI ini tidak kalah dari keberhasilannya dengan MTQ dan PESPARAWI. Itu yang kita harapkan. Oleh karena itu kita menghimbau kepada masyarakat, mari kita mendukung dan menyukseskan acara PESPARANI Katolik Nasional yang pertama kali dilakukan,” harap Ketua Majelis Ulama Provinsi Maluku DR. H. Abdullah Latuapo.
MTQ Nasional adalah festival umat Islam di Indonesia yang diadakan sejak tahun 1968. Sementara PESPARAWI Nasional merupakan peristiwa keagamaan umat Protestan yang diadakan sejak tahun 1983.
Sementara PESPARANI Nasional baru akan diadakan pertama kali pada tahun ini.
Pelaksanaan PESPARANI berbeda formatnya dengan MTQ ataupun PESPARAWI yang sepenuhnya digerakkan oleh Ditjen Bimas Islam dan Ditjen Bimas Kristen. PESPARANI diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan PESPARANI Katolik Nasional (LP3KN) bekerjasama dengan panitia lokal di Maluku.
LP3KN adalah lembaga yang direstui oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan difasilitasi oleh Pemerintah. Dalam struktur LP3KN, terdapat kehadiran beberapa pastor yang menjadi pejabat KWI, pejabat dari jajaran Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama dan sejumlah awam yg diangkat oleh KWI. Sebagai ketua LP3KN adalah Adrianus Meliala.
Menurut Adrianus, peserta beserta pelatih yang akan datang akan mencapai sekitar 8.000 orang. Mereka sebagian besar adalah tokoh-tokoh umat yang berkarya di daerah masing-masing. Selain undangan para pejabat, juga akan hadir 37 uskup yang datang dari seluruh Indonesia. Para uskup ini adalah pemimpin umat Katolik di wilayahnya masing-masing.
“Presiden Joko Widodo juga sudah menyatakan akan datang dalam pembukaan PESPARANI. Beliau sudah menyatakan kesediaannya di Konferensi Waligereja (KWI), Jumat 24 Agustus lalu,” ujar Adrianus lagi.
Umat Katolik yang menjadi panitia PESPARANI sendiri hanya berjumlah 10 persen. Sisanya umat beragama lain.
“Jadi acara PESPARANI ini mau mewartakan kepada dunia bahwa betapa Indonesia menekankan kerukunan antar umat beragama,” ujar Mgr. Mandagi.
Untuk menyambut kehadiran PESPARANI ini Mgr. Mandagi melihat sebagai sebuah kumpulan berkat bagi keuskupannya. Pertama, berkat bagi Keuskupan Ambonia karena dipercaya oleh negara dan Gereja Katolik di Indonesia untuk menyelenggarakan PESPARANI I di Maluku. Guna menyambut kehadiran PESPARANI, Mgr. Mandagi melihat sebagai sebuah kumpulan berkat bagi keuskupannya.
Pertama, berkat bagi Keuskupan Amboina karena dipercaya oleh negara dan Gereja Katolik di Indonesia untuk menyelenggarakan PESPARANI I di Maluku.
Kedua, lewat PESPARANI ini mau diungkapkan bahwa umat beragama itu saling rukun satu sama lain. Terbukti umat Islam, Protestan, Hindu, dan Budha terlibat dalam kegiatan umat Katolik ini.
Ketiga, umat Katolik Keuskupan Amboina yang tersebar di dua provinsi, Maluku dan Maluku Utara, jadi bersatu untuk menyukseskan PESPARANI ini.
“Umat dan para pastor saling bahu membahu untuk kegiatan ini .Jadi sebuah berkat persatuan lewat Pesparani ini” ujar Mandagi.
Keempat, PESPARANI menggerakkan perekonomian Maluku menjadi maju. Kehadiran para peserta yang datang memberikan pemasukan untuk hotel, restauran, perusahaan transportasi, pengelola pariwisata, toko-toko cindera mata.






