Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

INDAG

Susi menawarkan investasi pengolahan perikanan kepada investor Timur Tengah

badge-check


					Susi menawarkan investasi pengolahan perikanan kepada investor Timur Tengah Perbesar

INAnews.co.id – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa stok ikan di Indonesia pernah mengalami penurunan drastis dalam kurun waktu 2003 hingga 2013.

“Saya rasa kita butuh orang gila untuk mengatur negara ini, jadi saya di sini,” ujar dia dalam acara Islamic Chamber of Commerce, Industry, and Agriculture (ICCIA) 2018 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa 23 Oktober 2018.

Semenjak kepemimpinan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, Susi ditugaskan untuk membenahi sektor perikanan Indonesia. Dalam presentasinya, Susi menunjukkan peningkatan stok ikan saat itu. Dalam kurun waktu dua tahun stok ikan naik dari 6,7 juta ton menjadi 11 ton.

Menurut Susi, hilangnya stok ikan dalam kurun waktu 2003-2013 dikarenakan regulasi yang membolehkan kapal asing menangkap di perairan Indonesia. “Karena memberikan izin untuk kapal asing berbendera Indonesia untuk memancing di sini,” kata dia.

Sejak Susi menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi sangat banyak mengubah regulasi. Salah satunya penenggelaman kapal asing yang menjaring ikan di perairan Indonesia. Susi menyebutkan semua rincian jumlah kapal-kapal yang ia tenggelamkan.

Vietnam menduduki peringkat pertama, yaitu 276 kapal yang ditenggelamkan oleh leader Susi. Kemudian menyusul Filipina 90 kapal, Thailand 50 kapal, Malaysia 41 kapal, Indonesia 26 kapal, Papua Nugini 2 kapal, Cina 1, Belize Amerika Tengah 1 dan tanpa negara 1 kapal.

Dan Susi juga menawarkan investasi pengolahan perikanan kepada para investor Timur Tengah yang hadir. dia menjelaskan, saat ini bisnis pengolahan perikanan merupakan hal yang menjanjikan. “Saat ini stok ikan naik hingga 18 juta ton selama empat tahun,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Gejolak Pasar Saham Ancam Degradasi Indonesia ke Frontier Market

6 Februari 2026 - 19:02 WIB

Bursa saham

Mobile Gaming Kuasai 60 Persen Pasar Indonesia

4 Februari 2026 - 13:12 WIB

Kontribusi Industri Game ke PDB Indonesia Capai Rp70 Triliun

4 Februari 2026 - 12:08 WIB

Populer EKONOMI