Menu

Mode Gelap
Koalisi Prabowo Terlalu Tenang, Pengamat Curiga Ada yang Siap Nyalip DADA Siap Bagi-Bagi Dividen sebesar Rp2 Miliar Di Tengah Lonjakan Laba Perseroan sebesar 216,70% JJ Rizal: Kata “Oknum” Lahir untuk Tutupi Korupsi Tentara Sejak 1957 Ikrar: Militer Indonesia tak Pernah Benar-benar Tunduk pada Otoritas Sipil Prabowo Lantik Enam Pejabat Baru di Istana: Siap Kerja Wujudkan Program Prabowo Ketua AJI: Tentara Jadi Kelompok Kedua Pelaku Kekerasan terhadap Jurnalis

INDAG

Susi menawarkan investasi pengolahan perikanan kepada investor Timur Tengah

badge-check


					Susi menawarkan investasi pengolahan perikanan kepada investor Timur Tengah Perbesar

INAnews.co.id – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa stok ikan di Indonesia pernah mengalami penurunan drastis dalam kurun waktu 2003 hingga 2013.

“Saya rasa kita butuh orang gila untuk mengatur negara ini, jadi saya di sini,” ujar dia dalam acara Islamic Chamber of Commerce, Industry, and Agriculture (ICCIA) 2018 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa 23 Oktober 2018.

Semenjak kepemimpinan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, Susi ditugaskan untuk membenahi sektor perikanan Indonesia. Dalam presentasinya, Susi menunjukkan peningkatan stok ikan saat itu. Dalam kurun waktu dua tahun stok ikan naik dari 6,7 juta ton menjadi 11 ton.

Menurut Susi, hilangnya stok ikan dalam kurun waktu 2003-2013 dikarenakan regulasi yang membolehkan kapal asing menangkap di perairan Indonesia. “Karena memberikan izin untuk kapal asing berbendera Indonesia untuk memancing di sini,” kata dia.

Sejak Susi menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi sangat banyak mengubah regulasi. Salah satunya penenggelaman kapal asing yang menjaring ikan di perairan Indonesia. Susi menyebutkan semua rincian jumlah kapal-kapal yang ia tenggelamkan.

Vietnam menduduki peringkat pertama, yaitu 276 kapal yang ditenggelamkan oleh leader Susi. Kemudian menyusul Filipina 90 kapal, Thailand 50 kapal, Malaysia 41 kapal, Indonesia 26 kapal, Papua Nugini 2 kapal, Cina 1, Belize Amerika Tengah 1 dan tanpa negara 1 kapal.

Dan Susi juga menawarkan investasi pengolahan perikanan kepada para investor Timur Tengah yang hadir. dia menjelaskan, saat ini bisnis pengolahan perikanan merupakan hal yang menjanjikan. “Saat ini stok ikan naik hingga 18 juta ton selama empat tahun,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

UMKM Perempuan Lebih Aktif di E-Commerce ketimbang Laki-laki

22 April 2026 - 13:29 WIB

Industri Hijau Justru Picu Ekstraksi Mineral Makin Masif

20 April 2026 - 18:48 WIB

YLKI Dorong Reformasi Struktural Perlindungan Konsumen di Harkonas 2026

20 April 2026 - 12:30 WIB

Populer EKONOMI