Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

HOT ISU

Habib Rizieq ditangkap Polisi di Arab Saudi

badge-check

INAnews.co.id, Jakata – Habib Rizieq Shihab adalah pentolan FPI, sempat ditangkap oleh aparat kepolisian Arab Saudi pada sejak Senin sore sampai Selasa malam, (5-6/11).

Kementerian Luar Negeri RI membenarkan adanya penangkapan dan pemeriksaan kepada Rizieq Shihab tersebut. Konfirmasi tersebut diperoleh setelah Pejabat Fungsi Konsuler KJRI Jeddah melakukan penelusuran.

Dalam keterangan resmi, Kemlu RI menjelaskan bahwa Rizieq sempat dimintakan keterangan oleh aparat keamanan Arab Saudi di Mekah atas dasar laporan warga Negara Saudi.

Warga Negara Saudi yang tidak disebutkan namanya tersebut, melapor ke polisi bahwa dirinya melihat bendera yang diduga mirip dengan bendera ISIS terpasang di rumah Rizieq Shihab di Mekah.

Menindak lanjuti konfirmasi ini, Pejabat Fungsi Kekonsuleran KJRI Jeddah juga telah memberikan pendampingan kekonsuleran kepada Rizieq, sebagaimana yang diberikan kepada semua WNI yang menghadapi masalah hukum di luar negeri.

Pendampingan tersebut diberikan dengan tetap untuk menghormati hukum dan aturan setempat.

Informasi terakhir yang diterima menyebut, Rizieq Shihab telah diizinkan untuk kembali ke rumahnya di Mekah, Selasa (6/11/2018) sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menjelaskan, pemeriksaan Muhammad Rizieq Shihab oleh aparat Arab Saudi yang disebabkan pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis.

Bendera tersebut terpasang pada dinding bagian belakang rumah yang ditinggali oleh Rizieq di Mekkah.

“Bahwa Arab Saudi sangat melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut dan lambang apapun yang berbau terorisme seperti ISIS, Al Qaedah, Al Jamaah al Islamiyyah dan segala kegiatan yang berbau terorisme dan ekstremisme,” ujar Dubes Agus

Dan pemantauan dalam media sosial juga intensif dilakukan oleh pihak keamanan Arab Saudi, dan pelanggaran teknologi informasi merupakan pidana berat jika bersentuhan dengan aroma terorisme.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Negara Gagal Lindungi Influencer yang Diteror

8 Januari 2026 - 13:30 WIB

Perkuat Solidaritas HIPPERPALA Indonesia Gelar Silaturahmi Camp

1 Januari 2026 - 23:09 WIB

Viral Video Larangan Isi BBM bagi Kendaraan Pajak Mati: Hoax

26 September 2025 - 15:54 WIB

Populer HOT ISU