Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

PERISTIWA

Penjelasan BMKG soal tanah amblas di Surabaya

badge-check


					Penjelasan BMKG soal tanah amblas di Surabaya Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Menanggapi peristiwa tanah longsor yang terjadi di Jalan Raya Gubeng Kota Surabaya pada selasa malam 18 Desember 2018 dan viral di beberapa media massa dan media sosial.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menghimbau masyarakat agar tidak panik dan resah terhadap pemberitaan tersebut.

Dalam keterangannya, Pusat Kepala Pusat Informasi Gempa Bumi dan tsunami, Rahmat Triyono mengatakan berdasarkan pengamatan, amblesan tanah (tanah longsor) yang terjadi dengan kedalaman sekitar 30 meter dan lebar 8 meter ini merupakan peristiwa amblesan tanah dan bukan peristiwa likuifaksi.

Yang banyak dikabarkan karena tidak ada fenomena mencairnya material tanah di lokasi kejadian. “Berdasarkan hasil analisis gelombang seismik (kegempaan)yang tercatat, diketahui bahwa peristiwa amblesan ini bukan akibat oleh gempa bumi (aktivitas tektonik)”, pungkasnya.

Catatan kegempaan, menurutnya tidak menunjukkan adanya mekanisme penyesaran batuan dan sensor kegempaan yang mencatat hanya satu sensor di lokasi terdekat amblesan tanah sehingga merupakan aktivitas lokal.

Rahmat Triyono menambahkan berdasarkan pengamatan pada sensor kegempaan BMKG terdekat yaitu sensor PJI (Prigen Pasuruan Jawa Indonesia) peristiwa ini ternyata sudah tercatat 2 kali, dengan catatan amblasan pertama tercatat pada pukul 21.41.27 WIB dan amblasan ke dua pada pukul 22.30.00 WIB.

“Masyarakat diharapkan tidak termakan berita yang tidak benar/ hoax dan terus bisa mengakses informasi secara resmi di website BMKG maupun media sosial resmi BMKG untuk mengetahui informasi lebih lanjut dan lebih akurat,” ucap Triyono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Detik-Detik Kejatuhan Soeharto: Tidak Ada Sahabat Abadi

22 Januari 2026 - 14:40 WIB

Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Gunung Bulusaraung, Meledak dan Terbakar, Kata Saksi

18 Januari 2026 - 11:04 WIB

Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros, 10 Orang di Dalam Pesawat

17 Januari 2026 - 19:41 WIB

Populer PERISTIWA