Menu

Mode Gelap
Oknum Anggota TNI AL Terlibat Perkelahian di Talaud, Lanal Minta Maaf, Proses Hukum Berlanjut Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia

METRO

Teknologi Zebra Diterapkan Di Rumah Sakit Seoul National University Bundang

badge-check


					Teknologi Zebra Diterapkan Di Rumah Sakit Seoul National University Bundang Perbesar

INAnews.co.id, JakartaZebra Technologies Corporation ,umumkan integrasi efisien yang dilakukan Seoul National University Bundang Hospital (SNUBH).

Yakni antara komputer sentuh TC51 – HC  berukuran saku dari Zebra, dengan sistem internal Closed Loop Medication Administration (CLMA) milik SNUBH. Solusi ini memungkinkan para staf klinis mengakses data pasien secara aman dan efisien, sembari memberikan perawatan bagi pasien tersebut.

 

Dengan 11 pusat spesialis, 33 departemen medis dan 1.352 tempat tidur, SNUBH merawat sekitar 7.000 pasien rawat inap per hari.

SNUBH adalah rumah sakit digital yang menerapkan metode bebas kertas (paperless) . Untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien, serta mutu keamanan dan layanan medis, SNUBH menerapkan sistem CLMA pada tahun 2007.

CLMA merupakan sistem pelaksana real-time dan manajemen sumber daya yang menggunakan komputer mobile dan teknologi RFID untuk mengirimkan data pasien, demi tujuan profesional. Dengan sistem informasi rumah sakit, CLMA mengirimkan data mengenai tugas-tugas yang sedang diproses staf klinis ke electronic medical record (EMR) secara real-time.

Selanjutnya, log disimpan dalam BESTCare2.0, sistem informasi rumah sakit generasi terbaru, yang memudahkan pemantauan bila terjadi kekeliruan yang dilakukan pengguna CLMA.

Sistem ini memungkinkan staf klinis SNUBH melakukan beberapa tugas, seperti pemeriksaan tanda vital, pemeriksaan praoperasi dan praktik keperawatan secara real-time melalui komputer mobile mereka.

Foto pemeriksaan medis pasien juga dapat dilakukan staf klinis di komputer mobile dan secara instan disimpan dalam sistem EMR untuk referensi di kemudian hari.

“SNUBH adalah rumah sakit pertama di luar AS yang memperoleh sertifikasi 7 langkah dari Healthcare Information and Management Systems Society (HIMSS), level layanan medis tertinggi. Ketika diterapkan pada produk darah dan menyusui, teknologi CLMA memainkan peran penting dalam mencapai keselamatan pasien, peningkatan efisiensi untuk manajemen sumber daya, dan memperoleh sertifikasi HIMSS Analytics EMRAM Stage 7 di AS,” ujar Ho-Young Lee, M.D., Director of Medical Information Center, Rumah Sakit Seoul National University Bundang. 

Perangkat teknologi kesehatan Zebra seperti TC51-HC dirancang untuk memungkinkan kolaborasi, menyederhanakan alur kerja, serta mengambil dan mengakses informasi pasien tepat di sisi pasien.

Penerapan teknologi ini memungkinkan staf klinis SNUBH memperoleh akses instan ke data-data penting pasien dalam satu perangkat ringan yang tidak hanya tahan banting, namun juga memiliki standar kelas medis dan baterai tahan lama, dengan masa pakai hingga 14 jam.

TC51-HC memiliki dua kamera bawaan yang membantu staf klinis mengambil foto resolusi tinggi dari kondisi pasien saat konsultasi cepat atau dokumentasi medis.

Didukung OS Android, TC51-HC memiliki throughput aplikasi lima kali lebih cepat, dengan konsumsi daya 15 persen lebih sedikit, yang memungkinkan bertahan cukup lama dalam jam kerja yang panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Bogor Keratif 2026 Siap Hadirkan Festival Kreativitas di GOM Gunung Putri

23 Januari 2026 - 14:13 WIB

Realitas Beban Ganda yang Masih Dihadapi Perempuan Indonesia

7 Januari 2026 - 08:21 WIB

Perkuat Solidaritas HIPPERPALA Indonesia Gelar Silaturahmi Camp

1 Januari 2026 - 23:09 WIB

Populer HOT ISU