Menu

Mode Gelap
Tiga Misalignment Hambat Transisi Energi-Industri Indonesia REZ Jadi Kunci Kebutuhan Mesin Pertumbuhan Baru Indonesia Presiden Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas, Dorong Pengelolaan Sampah Terpadu CBAM Eropa Jadi Alarm: Energi Bersih Kini Syarat Akses Pasar Ekspor Hak Korban dan Keluarga Tabrakan Kereta Harus Dijamin Negara Danantara: Lima Syarat Agar REZ Layak Investasi

POLITIK

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Said Didu mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak menerapkan otoritarian untuk menindas rakyat, melainkan harus otoriter untuk melawan oligarki dan mengembalikan kedaulatan kepada rakyat.

“Pak Prabowo harus melihat ini bisa-bisa menganggap bahwa ini pemerintahan otoriter untuk rakyat. Untuk memberantas korupsi, untuk memberantas oligarki, untuk mengambil sumber daya alam, itu perlu otoritarian. Tapi otoriter untuk menindas rakyat itu sangat berbahaya,” kata Didu dalam wawancara di Forum Keadilan TV, Senin (19/1/2026).

Didu memberi contoh Singapura, China, dan Rusia yang otoriter namun untuk rakyat. Di negara-negara tersebut, bahkan jenderal pun dieksekusi jika bersalah. “Repotnya kita otoriter tapi otoritasnya ke rakyat, itu yang bahaya,” tegasnya.

Ia menyoroti penangkapan 60 demonstran peristiwa Agustus di Jakarta Utara yang langsung divonis 1 tahun, serta kasus YouTuber yang divonis 1 tahun dan denda Rp100 juta padahal merupakan whistleblower. Sementara itu, kasus-kasus oligarki justru tidak tersentuh.

Didu juga mengingatkan bahwa demonstrasi Agustus 2025 adalah demonstrasi kelas menengah yang jatuh miskin, bukan orang yang bisa dicuci otak dengan pidato atau data palsu. “Mereka paham betul bahwa ini memang susah,” ujarnya.

Ia mengutip pernyataan Purbaya yang menyatakan jika ekonomi 2026 tidak membaik, bisa mengarah pada penggantian rezim. Didu menegaskan ini berarti penggantian Prabowo, bukan Jokowi, karena oligarki yang paling berkepentingan menumbangkan Prabowo setelah menikmati berpesta pora selama 10 tahun Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Tiga Misalignment Hambat Transisi Energi-Industri Indonesia

29 April 2026 - 17:36 WIB

CBAM Eropa Jadi Alarm: Energi Bersih Kini Syarat Akses Pasar Ekspor

29 April 2026 - 12:58 WIB

Jangan Takut Diintimidasi

28 April 2026 - 22:30 WIB

Populer POLITIK