Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

UPDATE NEWS

Garuda Indonesia Pastikan Pelayanan Penumpang Sesuai Protokol Kesehatan

badge-check


					Garuda Indonesia Pastikan Pelayanan Penumpang Sesuai Protokol Kesehatan Perbesar

INAnews.co.id, JakartaDirektur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Irfan Setiaputra melakukan pengecekan langsung penanganan dan pelayanan penumpang di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Minggu (24/05/20).

Pengecekan pelayanan ini bertujuan agar penanganan penumpang mulai dari check-in hingga boarding atau masuk ke dalam pesawat tetap sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah di tengah pandemi COVID-19.

“Pemerintah sudah memberitahukan terkait rapid test, pcr, dan distancing. Bagi penumpang yang mau terbang harus menyertakan surat surat lengkap sesuai aturan yang ditetapkan,” kata Irfan.

Tak hanya kelengkapan dokumen saja, Irfan juga memastikan pelayanan penumpang saat melakukan boarding tetap memperhatikan physical distancing.

“Di dalam pesawat pun sudah kami terapkan distancing, makanan pun kita jaga kesehatannya, awak kabin pun dicoba untuk tidak terlalu berinteraksi dengan penumpang,” ujar Irfan.

Selain memastikan pelayanan penumpang sesuai dengan Protokol Kesehatan, Irfan juga mengecek kesiapan kru penerbangan.

“Jadi seluruh faktor yang mempengaruhi interaksi kita jaga. Kita jaga seperti itu” jelas Irfan.

Irfan mengatakan, setiap penerbangan Garuda Indonesia hanya mengangkut maksimal 50 persen penumpang dari seat yang tersedia.

Pada hari raya Idul Fitri 1441 H kemarin, maskapai Garuda Indonesia melayani 33 penerbangan. Di Bandara Soetta sendiri terdapat 14 penerbangan dengan okupansi atau tingkat keterisian penumpang pesawat berada dibawah 50 persen dari seat yang ada.

“Okupansi di tiap pesawat kita komitmen untuk menjamin keselamatan penumpang, distancing kita jaga, mayoritas di bawah 50 persen. Kita memastikan penumpang terbang saat ini yang harus pergi bukan yang mau pergi,” tutur Irfan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Populer UPDATE NEWS