Menu

Mode Gelap
Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

NASIONAL

RT dan RW Sebagai Garda Depan Protokol Kesehatan Ketat Untuk Karantina Terbatas

badge-check


					RT dan RW Sebagai Garda Depan  Protokol Kesehatan Ketat Untuk Karantina Terbatas Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta- Angka kasus Covid-19 di Indonesia sudah menembus 1 juta orang. Wacana karantina terbatas kembali menggaung.  Presiden Joko Widodo kembali meminta karantina terbatas diberlakukan.

Pemberlakuan karantina terbatas yang dimaksud ini adalah ‘me-lockdown’ sebagian wilayah sampai tingkat mikro yang mencakup lingkungan di tingkat  RT maupun RW. Dalam situasi sekarang, Jokowi telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan karantina terbatas.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengemukakan karantina terbatas kali ini akan diperankan lebih oleh RT, RW maupun komunitas setempat.

“Sebagai informan bagi petugas epidemologi, membantu proses karantina di tingkat RT dan RW, hingga pelaksanaan isolasi mandiri,” kata Muhadjir melalui pesan singkat, Jumat,29/1/2021

Dalam karantina terbatas kali ini, kalangan akar rumput seperti RT/RW akan menjadi garda terdepan dalam menangani pandemi di wilayahnya masing-masing. Jika mereka kewalahan, maka pemerintah akan turun tangan.

“Jadi pemanfaatan hotel, wisma, untuk merawat suspek Covid-19 itu disiapkan sebagai plan B bila mana di level bawah RT, RW dan kelurahan sudah tidak mampu menanggulangi,” ujar Muhadjir.

“Memang untuk menggerakkan akar rumput, RT, RW, dan komunitas ini perlu dukungan pembiayaan besar dari pemerintah. Tetapi saya juga percaya gotong royong sebagai intisari dari pengamalan Pancasila masih ada di dalam lubuk hati masyarakat Indonesia,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI

26 Februari 2026 - 08:29 WIB

Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa

25 Februari 2026 - 23:34 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Populer EKONOMI