INAnews.co.id Bitung– Terkait permintaan cendra mata dari pihak sekolah SMP N 1 Bitung, berupa uang sebesar 100 ribu rupiah untuk pembelian paving blok, kepada peserta didik (Siswa) yang sudah tamat sekolah atau lulus sekolah tidak ada unsur pemaksaan atau kewajiban buat semua siswa.
Hal ini di sampaikan oleh Kepala sekolah SMP N 1 Bitung James Lomboan, S,Pd beberapa waktu lalu kepada sejumlah awak media, Jumat 11 Juni 2021.
Lomboan menjelaskan, bahwa pihak sekolah tidak ada unsur paksaan atau di wajibkan untuk meminta kepada siswa maupun orang tua siswa.
“Jika ada orang tua yang ingin membantu atau memberi secara iklas dan sukarela ke pihak sekolah tentunya semua berdasarkan keikhlasan dari lubuk hati orang tua siswa dan bukan suatu paksaan dari pihak sekolah, ini juga bukan kepentingan pribadi kami melainkan demi kepentingan sekolah, namun apapun bentuk cendramata yang beredar kami tidak pernah memaksa kepada orang tua siswa,” ucap Lomboan.
Lomboan juga menambahkan, kalau ada orang tua siswa yang memberikan bantuan berupa 1 truck pasir, uang sebesar 50 ribu, dan ada juga orang tua siswa yang menyampaikan kalau belum bisa membantu.
“Ada beberapa orang tua siswa yang datang menyampaikan kalau mereka belum bisa membantu dan ada juga yang membantu dengan memberikan 1 truck pasir bahkan ada juga yang hanya memberikan bantuan uang sebesar 50 ribu, itu semua kami terima dan tidak pernah memaksa”, beber Lomboan.
Lanjunya, “saya juga sudah menyampaikan kepada guru wali kelas, pada saat mengantarkan hasil kelulusan para murid ke rumah mereka masing-masing agar tidak meminta uang atau hadiah dalam bentuk apapun, kepada orang tua murid”, imbuhnya.
“Kami berharap para siwa siswi yang sudah selesai menimba ilmu di sekolah ini, agar dapat lebih giat lagi belajar dalam melanjutkan ke jenjang berikutnya dan kelak bisa menjadi orang yang sukses”, tutup Lomboan.






