INAnews.co.id Bitung– Pembuatan jalan tol Manado-Bitung tak henti-hentinya menjadi sorotan publik, pasalnya pekerjaan mega proyek kali ini dinilai membahayakan masyarakat dan merugikan masyarakat, karena rumah dan mobil menjadi korban dari kegiatan Blasting yang ada di proyek tersebut.
Salah satu warga yang tidak mau namanya dipublish yang juga berdomisili di kelurahan Pinokalan, Kecamatan Ranowulu ini mengungkapkan kesesalannya karena, awalnya masyarakat sudah pernah mengadakan pertemuan dengan pemerintah setempat dalam hal ini Lurah dan Camat, untuk membicarakan terkait kegiatan Balsting yang ada di jalan tol yang hanya berjarak kurang lebih 200 Meter, Senin 12 Juli 2021
“Sudah pernah ada kesepakatan antara warga dan pemerintah Kota Bitung yang di Wakili oleh Camat Ranowulu dan Lurah Pinokalan, hal itu pula tertuang dalam notulen rapat”, ujar Warga.
Warga tersebut juga mengatakan, kalau Camat Ranowulu Dolfie Rumampuk tidak komitmen degan hasil musyawarah dengan warga, akibat dari tidak komitmennya sehingga membuat sejumlah mobil dan rumah rusak, bahkan salah satu gereja atapnya jebol.
“Hal ini sebenarnya sudah dibicarakan dan di sepakati bersama bahwa tidak ada kegiatan blasting sebelum ada penyelesaian degan warga (Ganti rugi), diduga Camat sudah terima upeti dari pihak penyelenggara tol”, beber Warga.
Warga meminta agar Pemerintah dalam hal ini Camat Ranowulu agar komitmen dengan keputusan musyawarah, dan semoga hal-hal serupa tidak terjadi lagi serta tidak ada korban nyawa karena dampak kegiatan Blasting tersebut, tutup Warga.






