Menu

Mode Gelap
Parpol di Indonesia Dinilai Bukan Partai Sejati, Melainkan “Perusahaan Keluarga” Mengapa Kasus Pidana Pemilu Jarang Diproses? Ahli Ungkap Sistem “Berputar-putar” Ketujuh Komisioner KPU Pernah Dihukum karena Pelanggaran Etika Ahli: Sistem Pilkada Lewat DPRD Justru Picu Transaksi Politik Lebih Parah Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada BAT Bank Akui Dana USD 1 Juta Dikuasai, CWIG Ultimatum Pengembalian Secepatnya

UPDATE NEWS

Terjadi Kerumunan Saat Vaksinasi, Pemkot Bitung Tidak Becus Tangani Covid 19

badge-check


					Terjadi Kerumunan Saat Vaksinasi, Pemkot Bitung Tidak Becus Tangani Covid 19 Perbesar

 

INAnews.co.id Bitung– Kegiatan Vaksinasi yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung untuk anak-anak usia 12 sampai dengan 17 tahun yang bertempat di tribun utama Pemkot Bitung, bisa menjadi cluster baru penyebaran Covid 19, Kamis 15 Juli 2021.

Kegiatan kemanusiaan ini telah menimbulkan kerumunan sehingga sudah mengabaikan himbauan pemerintah saat ini tentang protokol kesehatan.

Yanto Mandulangi Pemerhati Kota Bitung ketika mendengar hal itu, langsung bertanya, benarkah pemkot bitung serius dalam menangani covid-19?, apa lagi kata Yanto, kerumunan tersebut terjadi didalam lingkungan Kantor Wali Kota.

“Jika melihat fakta kerumunan yang terus terjadi pada balai balai vaksinasi, bahkan hari ini terjadi di depan hidung pemkot Bitung tepatnya di tribun utama Pemkot Bitung, ini adalah bukti Pemkot Bitung dengan instansi terkait tidak becus, amburadul dan ugal ugalan terhadap perang melawan Covid 19”, ujar Yanto.

Menurutnya lagi, hal ini sangat fatal, karena kelihatan disengajakan untuk menciptakan kerumunan sehingga membahayakan nyawa masyarakat.

“Dan ini sangatlah fatal jadinya
karena cenderung, sengaja menciptakan kerumunan dan membahayakan nyawa rakyatnya, padahal jelas konstitusi tertinggi kita adalah negara menjamin keselamatan nyawa rakyat, juga di dukung oleh maklumat kapolri nomor MAK/2/III/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan Pemerintah dalam penaganan penyebaran Covid-19”, beber Yanto.

Lanjut Yanto, seharusnya tim Satgas Covid 19, yang susah di bentuk perkelurahan difungsikan, dan bisa melayani masyarakat tanpa menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat.

“Harusnya tim tanggap covid yang telah di bentuk pada basis kelurahan, mereka wajib diberdayakan dan dioptimalkan, Lewat layanan jemput bola dan lakukan vaksinasi secara door to door, agar target nasional vaksinasi covid bisa mencapai 70% populasi (181,5 juta) penduduk mudah di capai tanpa harus menebar keresahan dan ketakutan di tengah rakyat”, jelasnya.

Lanjutnya lagi, “Dan kasus kerumunan hari ini Kadis kesehatan Pemkot Bitung wajib bertanggung jawab penuh, sebab ini bukan soal minta maaf lalu selesai, Ini soal ancaman nyawa orang banyak yang di pertaruhkan, mengingat meski sudah divaksin tidak ada jaminan bagi seseorang terbebas dari covid”, tegas Yanto.

Yanto Berharap Kepala Dinas Kesehatan bisa bertanggung jawab secara moral kepada masyarakat, agar menjadi nilai plus bagi pejabat publik yang ada di Pemkot Bitung.

“Sebagai tanggung jawab moral dan patokan nilai baru bagi pejabat publik Pemkot Bitung untuk lebih baik lagi dalam mengelolah amanah dan juga meminimalisir setiap kesalahan yang sifatnya fatal, kalau tidak bisa bertanggung jawab, lebih baik anda (Kadis Kesehatan) mundur dari jabatan”, tutup Yanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

Gakeslab Indonesia Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam Sumatera Dan Rehabilitasi RSUD Aceh Tamiang

10 Januari 2026 - 13:06 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Populer UPDATE NEWS