Menu

Mode Gelap
Parpol di Indonesia Dinilai Bukan Partai Sejati, Melainkan “Perusahaan Keluarga” Mengapa Kasus Pidana Pemilu Jarang Diproses? Ahli Ungkap Sistem “Berputar-putar” Ketujuh Komisioner KPU Pernah Dihukum karena Pelanggaran Etika Ahli: Sistem Pilkada Lewat DPRD Justru Picu Transaksi Politik Lebih Parah Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada BAT Bank Akui Dana USD 1 Juta Dikuasai, CWIG Ultimatum Pengembalian Secepatnya

OTOMOTIF

Coolant Radiator Valvoline Ini Mampu Beri Proteksi Lebih Lama pada Kendaraan

badge-check


					Coolant Radiator Valvoline Ini Mampu Beri Proteksi Lebih Lama pada  Kendaraan Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Valvoline Inc pemasok pelumas bermerek premium dan layanan otomotif terkemuka dunia asal Amerika Serikat, memperkenalkan dua produk pendingin radiator (radiator coolant) bagi para pecinta otomotif di Indonesia, yaitu Valvoline Long Life Coolant dan All Weather Coolant.

Kedua pendingin radiator yang dihadirkan Valvoline merupakan produk RTU (ready to use), yang dilengkapi dengan tekonologi Organic Acid Technology (OAT), non-silikat, non-amina, non-nitrit, dan non-borat. Selain juga telah memenuhi spesifikasi Light Duty coolant ASTM 3306.

“Dengan menyematkan teknologi OAT, produk coolant Valvoline dapat memberikan jangka waktu proteksi yang lebih lama pada kendaraan. Untuk Long Life Coolant dapat memberikan proteksi hingga lima tahun atau 250,000km, sedangkan All Weather Coolant dapat memberikan proteksi hingga tiga tahun atau 150,000km,” kata Shehan Perera, Country Manager PT Valvoline Lubricants and Chemicals Indonesia, dalam siaran persnya pada Rabu (29/12/2021).

Pengguna kendaraan bermobil terkadang tidak terlalu memerhatikan radiator, padahal radiator memiliki fungsi sangat vital karena mampu mendinginkan mesin. Ketidakpedulian akan pentingnya radiator, membuat pemilik kendaraan terkadang juga abai dengan cairan apa yang sebaiknya digunakan sebagai media pendinginnya. Akhirnya, untuk memudahkan radiator tersebut hanya diisi dengan air tanah yang sebetulnya sangat tidak disarankan.

Pada dasarnya air tanah banyak mengandung magnesium, kalsium, dan logam lainnya yang dapat bereaksi membentuk karat dan korosi jika bertemu dengan besi atau aluminium. Jika radiator tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik sebagai sistem pendingin mesin, maka akan membuat mesin bekerja lebih keras dan menyebabkan mesih mudah panas, ujung-ujungnya kinerja akan mesin menurun.

Untuk itu, memilih cairan pendingin yang tepat untuk radiator sangatlah penting. Termasuk menyesuaikannya dengan tipe atau jenis mobil. Ditujukan bagi tipe kendaraan ringan atau passanger car, produk coolant Valvoline memiliki kemampuan mentransfer panas dari mesin, mencegah pendidihan dan pembekuan, serta mampu melubrikasi pompa radiator dan kompatibel dengan berbagai logam dan karet atau seal.

Kinerja dari Valvoline Long Life Coolant dan All Weather Coolant juga didukung oleh tiga komponen utama yang mampu memberikan proteksi ekstra kepada radiator kendaraan, yaitu air demineralisasi atau air yang sudah dihilangkan kandungan mineralnya. Gycol, zat kimia untuk meningkatkan titik didih dan menurunkan titik beku, serta zat kimia tambahan lain seperti corrosion inhibitor.

“Titik didih air mineral (minuman) ± 1000C. Radiator coolant harus mempunyai titik didih di atas air. Di sinilah fungsi Glycol di dalam cairan coolant. Long Life Coolant mengandung Ethylene Glycol 50% sedangkan All Weather Coolant mengandung 30% EG. Titik didih coolant dengan 50% EG dapat mencapai 1280C,” tutup Shehan Perera, saat menjelaskan keunggulan produknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

PT Altama Surya Anugerah Berikan Perlindungan Hukum Merek Tekiro, Konsumen Jangan Terkecoh Nama Merek Mirip Tekiro

28 Desember 2025 - 18:46 WIB

Jangan Terkecoh Harga Murah, Hati Hati Banyak Beredar Busi NGK Palsu

18 Desember 2025 - 19:13 WIB

Penghujung Tahun 2025 Blazer Indonesia Club Menggelar Rapat Kerja Nasional

14 Desember 2025 - 17:38 WIB

Populer OTOMOTIF