Menu

Mode Gelap
Indonesia Terseret Permainan Trump: Pakar Sebut Pemerintah Kehilangan Kedaulatan Pakar: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump Batal Demi Hukum, Presiden Langgar Konstitusi Rocky: Hanya Politik Mahasiswa yang Bermutu, Politisi Hanya Urusi Kepentingan Personal Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Peneliti: Mukjizat bagi Indonesia YLBHI Kecam Kesepakatan Prabowo dengan Trump Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung

NASIONAL

Taiwan Technical Mission Bantu Pengembangan Benih Padi di Sulsel Sejak 2018

badge-check


					Taiwan Technical Mission Bantu Pengembangan Benih Padi di Sulsel Sejak 2018 Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta-Taiwan Technical Mission (TTM) bidang pertanian sejak 2018 terus membantu pengembangan dan produksi benih padi bagi kalangan petani di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), sehingga dihasilkan peningkatan benih padi dan produksi beras berkualitas tinggi di daerah itu.

Keterangan pers Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (TETO) di Jakarta, Senin (8/5/2023) menyebutkan, keberhasilan produksi benih padi dan beras itu tidak hanya meningkatkan pendapatan produsen benih padi, tetapi juga membantu mengurangi impor beras sehingga meningkatkan swasembada pangan di Sulsel.

Disebutkan pula, TTM tengah melanjutkan kerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar untuk pengembangan 400 hektar lahan pertanian padi di sembilan kabupaten dan kota di Sulsel.

Hasilnya, sepanjang tahun 2022 telah dicapai produksi kumulatif 4.200 ton benih padi unggul, dengan nilai output mencapai Rp 50,4 miliar atau setara dengan 3.310.000 dolar Amerika, tidak hanya menyumbang 29 persen produksi benih padi provinsi, tetapi juga memenuhi 12 persen permintaan benih padi Provinsi Sulsel.

Selain itu, TTM mengadakan workshop pelatihan dan merevisi manual (brosur) pengembangan budidaya padi serta membantu memperkenalkan “smart farming” (pertanian cerdas).

Di sisi lain, TTM mengharapkan agar pengembangan sistem drone dan pembangunan stasiun cuaca dapat membantu menyelesaikan permasalahan kekurangan tenaga kerja di daerah pedesaan serta membantu pemanfaatan data meterologi untuk memprediksi dampak buruk fenomena iklim terhadap produksi benih padi.

Selanjutnya, TTM bekerja sama dengan International Rice Research Institute (IRRI) cabang Indonesia akan mengadakan konferensi internasional dan mengundang para ahli internasional untuk berbagi pengetahuan mereka tentang pertanian cerdas serta tentang masalah dan aplikasi terkait ketahanan iklim.

TTM juga membudidayakan dan mengamati varietas padi lokal Indonesia yang berpotensi tahan perubahan iklim untuk meningkatkan ketahanan iklim dan mempromosikan varietas padi lokal yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Pakar: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump Batal Demi Hukum, Presiden Langgar Konstitusi

26 Februari 2026 - 22:01 WIB

YLBHI Kecam Kesepakatan Prabowo dengan Trump

26 Februari 2026 - 20:31 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Populer EKONOMI