Menu

Mode Gelap
Ahli: Sistem Pilkada Lewat DPRD Justru Picu Transaksi Politik Lebih Parah Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada BAT Bank Akui Dana USD 1 Juta Dikuasai, CWIG Ultimatum Pengembalian Secepatnya CBA Desak Kejati Jabar Usut Pengadaan PC di Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Keamanan Susu Bayi Harus Jadi Prioritas Aksi Buruh 15 Januari Akan Digelar di DPR, Bawa 4 Tuntutan

EKONOMI

Bank Indonesia Gelontorkan Anggaran Stabilisasi Rupiah, CBA : Ini Biang Keroknya

badge-check


					Uchok Sky Khadafi Direktur CBA ( foto : dok) Perbesar

Uchok Sky Khadafi Direktur CBA ( foto : dok)

INAnews.co.id, Jakarta – Sebelumnya Central Budget For Analysis (CBA) kriktik BI (Bank Indonesia) yang menghambur – hambur anggaran untuk cetak kelender mewah dan paper bag dengan anggaran sebesar Rp.6.6 miliar.

Sekarang BI mendapat kritik lagi dari Direktur Eksekutif CBA (Center For Budget Analisis) Uchok Sky Khadafi, tentang anggaran untuk stabilisasi Rupiah.

Uchok Sky meminta Gubernur BI Perry Warjiyo harus transparan berapa anggaran negara untuk operasi moneter Penguatan Rupiah.

“Sampai sekarang, BI setiap melakukan penguatan Rupiah, belum ada keterangan apapun berapa uang rupiah yang digelentorkan,” ucap Uchok kepada Redaksi pada Kamis 16 November 2023.

“Jangan ada dusta antara BI dengan Rakyat, dan Jgn sampai ada kerugian negara atau korupsi dalam operasi pasar moneter, yang mengatasnamakan penguatan rupiah”, tegas Uchok.

Selain itu, Uchok Sky Khadafi juga mengkritik sistem BI atau sistem keuangan di Indonesia yang sudah banyak ketinggalan zaman, dan BI ketinggalan dengan negara lain.

“Misalnya surat utang negara masih berbentuk manual bukan paper line. Dan juga belum ada visa debit dan menu lain lain sehingga akibatnya investor ogah masuk ke Indonesia,dan ini saya rasa jadi biang keroknya,”  jelas Uchok.

Lanjut Uchok, dikarenakan BI tidak membangun atau mengadopsi sistem atau menu baru ini. Akhirnya nenjadikan BI, hanya bekerja pada wilayah intervensi rupiah melulu yang tidak pernah selesai sampai kiamat.

Selanjutnya Uchok Sky menegaskan mungkin intervensi rupiah proyek yang seksi bagi orang orang BI.

” Jadi mungkin Direktur BI akan berpikir masa bodoh dengan kerugian negara yang penting untung buat orang BI, dan yang namanya operasi pasar atau mmonoter ini lahan empuk bagi BI karena aparat hukum seperti KPK tidak tahu cacat hukum dan kerugian negaranya ada di wilayah mana,” jelas Uchok.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CBA: Dugaan Anggaran Pembongkaran 98 Tiang Monorel Rp100 Miliar dan Berpotensi Mark Up

13 Januari 2026 - 14:13 WIB

INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara

12 Januari 2026 - 16:44 WIB

Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal

12 Januari 2026 - 14:38 WIB

Populer EKONOMI