INAnews.co.id, Jakarta – Sebelumnya Central Budget For Analysis (CBA) kriktik BI (Bank Indonesia) yang menghambur – hambur anggaran untuk cetak kelender mewah dan paper bag dengan anggaran sebesar Rp.6.6 miliar.
Sekarang BI mendapat kritik lagi dari Direktur Eksekutif CBA (Center For Budget Analisis) Uchok Sky Khadafi, tentang anggaran untuk stabilisasi Rupiah.
Uchok Sky meminta Gubernur BI Perry Warjiyo harus transparan berapa anggaran negara untuk operasi moneter Penguatan Rupiah.
“Sampai sekarang, BI setiap melakukan penguatan Rupiah, belum ada keterangan apapun berapa uang rupiah yang digelentorkan,” ucap Uchok kepada Redaksi pada Kamis 16 November 2023.
“Jangan ada dusta antara BI dengan Rakyat, dan Jgn sampai ada kerugian negara atau korupsi dalam operasi pasar moneter, yang mengatasnamakan penguatan rupiah”, tegas Uchok.
Selain itu, Uchok Sky Khadafi juga mengkritik sistem BI atau sistem keuangan di Indonesia yang sudah banyak ketinggalan zaman, dan BI ketinggalan dengan negara lain.
“Misalnya surat utang negara masih berbentuk manual bukan paper line. Dan juga belum ada visa debit dan menu lain lain sehingga akibatnya investor ogah masuk ke Indonesia,dan ini saya rasa jadi biang keroknya,” jelas Uchok.
Lanjut Uchok, dikarenakan BI tidak membangun atau mengadopsi sistem atau menu baru ini. Akhirnya nenjadikan BI, hanya bekerja pada wilayah intervensi rupiah melulu yang tidak pernah selesai sampai kiamat.
Selanjutnya Uchok Sky menegaskan mungkin intervensi rupiah proyek yang seksi bagi orang orang BI.
” Jadi mungkin Direktur BI akan berpikir masa bodoh dengan kerugian negara yang penting untung buat orang BI, dan yang namanya operasi pasar atau mmonoter ini lahan empuk bagi BI karena aparat hukum seperti KPK tidak tahu cacat hukum dan kerugian negaranya ada di wilayah mana,” jelas Uchok.






