Menu

Mode Gelap
Mengapa Kasus Pidana Pemilu Jarang Diproses? Ahli Ungkap Sistem “Berputar-putar” Ketujuh Komisioner KPU Pernah Dihukum karena Pelanggaran Etika Ahli: Sistem Pilkada Lewat DPRD Justru Picu Transaksi Politik Lebih Parah Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada BAT Bank Akui Dana USD 1 Juta Dikuasai, CWIG Ultimatum Pengembalian Secepatnya CBA Desak Kejati Jabar Usut Pengadaan PC di Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung

NASIONAL

Kepala BKN Baru Dilantik, Menteri PANRB Berharap Ini

badge-check


					Foto: dok. Kementerian PANRB Perbesar

Foto: dok. Kementerian PANRB

INAnews.co.id, Jakarta– Badan Kepegawaian Negara (BKN) resmi memiliki nakhoda baru usai Zudan Arif Fakrulloh dilantik oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini. Di bawah kepemimpinan baru ini, Menteri Rini berharap BKN dapat bergerak cepat menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah mulai dari penguatan sistem merit hingga pengelolaan data terintegrasi.

“BKN memegang peran penting dalam pengelolaan kepegawaian nasional. Reformasi birokrasi yang kita jalankan membutuhkan ASN yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik. Maka sejumlah pekerjaan rumah BKN harus dapat segera dituntaskan,” ujar Rini saat bertemu dengan Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, baru-baru ini.

Menteri Rini menyampaikan BKN harus menyusun gebrakan yang memastikan rekrutmen, penempatan, dan promosi ASN dilakukan secara transparan dan akuntabel. Selain itu, pengelolaan data ASN yang terintegrasi juga harus jadi fokus BKN di tengah upaya pemerintah melakukan transformasi digital.

“Saya berharap ke depan data ASN ini bisa akurat, mutakhir, dan terintegrasi. Tentunya untuk mencapai kondisi yang kita inginkan, BKN harus memanfaatkan teknologi informasi dengan maksimal,” tuturnya.

Selain penguatan sistem merit dan pengelolaan data terintegrasi, Rini juga meminta agar BKN secara aktif melakukan pembinaan manajemen ASN melalui pelaksanaan pengawasan, pembinaan, dan penyempurnaan sistem manajemen ASN. Lebih lanjut disampaikan, BKN perlu memastikan pelaksanaan asesmen bagi ASN dapat menilai dan mengembangkan kompetensi ASN secara profesional dan objektif.

Terakhir, Rini juga menekankan pentingnya pelayanan kepegawaian kepada ASN dilakukan secara profesional, efisien, dan berbasis teknologi modern. “Saya mengharapkan agar sinergi, kolaborasi dan kerja bersama yang selama ini telah terbangun dengan sangat baik, agar terus ditingkatkan, khususnya antara Kementerian PANRB, BKN, dan LAN. Pelaksanaan program dan kegiatan prioritas, serta pencapaian outcome bersama, mari kita terus lanjutkan, sempurnakan dan tingkatkan kualitasnya,” pungkas Rini.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Mengapa Kasus Pidana Pemilu Jarang Diproses? Ahli Ungkap Sistem “Berputar-putar”

14 Januari 2026 - 10:15 WIB

Ketujuh Komisioner KPU Pernah Dihukum karena Pelanggaran Etika

14 Januari 2026 - 08:10 WIB

Ahli: Sistem Pilkada Lewat DPRD Justru Picu Transaksi Politik Lebih Parah

14 Januari 2026 - 06:08 WIB

Populer POLITIK