Menu

Mode Gelap
Genangan Air Pascabanjir terhadap Kesehatan Warga dan Tips Sehat Usai Banjir Tips Jaga Kesehatan di Musim Hujan di Kota Semarang Menjaga Kesehatan di Musim Hujan: Tips Sehat di Tengah Ancaman Banjir Oknum Anggota TNI AL Terlibat Perkelahian di Talaud, Lanal Minta Maaf, Proses Hukum Berlanjut Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

INDAG

IHSG BEI Rabu Menguat Signifikan

badge-check


					Foto: ilustrasi, dok. ist Perbesar

Foto: ilustrasi, dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu, 16 Juli 2025, dibuka dengan penguatan signifikan, menepis kekhawatiran pasar yang sempat dibayangi sentimen negatif global. IHSG melonjak pada awal sesi I dan terus bergerak di zona hijau, menunjukkan optimisme investor.

Pada pukul 10:30 WIB, IHSG tercatat di level 7.171,412, menguat sekitar 0,43% dari penutupan sebelumnya di 7.140,474. Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.199,259 pada awal perdagangan. Penguatan ini terjadi meskipun bursa saham Asia lainnya seperti Kospi dan Nikkei justru menunjukkan pelemahan.

Penguatan IHSG pada hari ini disebut-sebut didorong oleh kabar positif terkait penurunan tarif impor produk Indonesia ke Amerika Serikat (AS) menjadi 19%. Kesepakatan ini, yang dikabarkan setelah lobi Presiden Prabowo Subianto kepada Donald Trump, memberikan angin segar bagi pasar domestik. Analis dari IndoPremier dan Antara News Jatim menyebut sentimen ini sebagai pendorong utama kenaikan IHSG.

Di sisi lain, investor juga mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga. Hal ini bisa menjadi katalis positif tambahan bagi pasar saham.

Meskipun IHSG berhasil rebound pada hari ini, volatilitas masih menjadi bayang-bayang. Sebelumnya, pada Selasa (15/7), IHSG ditutup menguat 0,61% di level 7.140,47, dengan aksi jual bersih oleh investor asing. Sementara itu, nilai tukar rupiah justru menunjukkan pelemahan terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan hari ini, mencapai Rp16.280,5 per dolar AS.

Kondisi ekonomi global, terutama terkait kebijakan suku bunga Federal Reserve AS dan ketegangan geopolitik, masih menjadi faktor penentu pergerakan IHSG. Pasar juga mewaspadai potensi kebijakan fiskal pemerintah yang akan datang, termasuk rencana peningkatan belanja negara.

Dengan adanya sentimen positif dari kesepakatan tarif AS dan antisipasi keputusan BI Rate, investor berharap IHSG dapat melanjutkan tren penguatannya. Namun, dinamika pasar yang cepat berubah menuntut kehati-hatian dalam mengambil keputusan investasi. Demikian dikuti berbagai sumber.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam

23 Januari 2026 - 23:35 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia

23 Januari 2026 - 20:53 WIB

Populer GLOBAL