INAnews.co.id, Jakarta– Prof. Amien Rais, tokoh dan pengamat politik Indonesia, menyampaikan kritik terbuka dan serius kepada Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah catatan pribadi yang disampaikan dengan penuh rasa kepedulian, bukan kebencian.
Dalam catatan yang dimulai dengan doa dan salam, Amien Rais menekankan pentingnya kritik sebagai bagian dari demokrasi yang sehat, mengingatkan bahwa hak menyampaikan pendapat dilindungi Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28.
Amien Rais mengingatkan presiden agar tidak emosional menerima kritik, apalagi sampai mencatat pengkritiknya dalam “daftar hitam” atau menjebak mereka dengan tuduhan penghinaan. Sikap tersebut dianggapnya tidak mencerminkan pemahaman demokrasi yang sesungguhnya.
Berikut beberapa poin kritik Amien Rais kepada Presiden Prabowo:
- Lepaskan Bayang-Bayang Presiden Sebelumnya
Prabowo diingatkan untuk melepaskan diri dari pengaruh mantan Presiden Joko Widodo dan fokus pada 280 juta rakyat Indonesia yang masih membutuhkan bantuan dan perhatian besar. - Kurangi Seremonial dan Perjalanan Mewah
Menurut Amien, Prabowo harus mengurangi acara seremonial berlebihan dan perjalanan ke luar negeri yang terlalu sering, karena namanya sudah dikenal di dunia internasional, termasuk dalam menegaskan kedaulatan HAM bangsa Indonesia. - Ganti Menteri Titipan
Amien Rais mengungkapkan adanya dugaan bahwa Presiden Prabowo “disandera” oleh menteri-menteri titipan Jokowi, seperti Sakti Wahyu Trenggono dan Sri Mulyani. Ia menegaskan pentingnya mengganti mereka demi stabilitas pemerintahan. - Hentikan Politik yang Memuakkan
Penunjukan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden oleh Jokowi dianggap sebagai penghinaan terhadap akal sehat bangsa. Jika hal ini dibiarkan, amien menyatakan Prabowo bisa kehilangan kepercayaan rakyat. - Siapkan Calon Baru untuk Pemilu 2029
Kalau hingga akhir 2025 Prabowo masih bergantung pada Jokowi dan menteri titipannya, Amien mengajak untuk mempersiapkan sosok baru dengan rekam jejak bersih dan pengetahuan memadai. Ia mencontohkan Letnan Jenderal Eko Kuntadi Arif Wibowo sebagai kandidat yang layak.
Catatan ini disampaikan Amien dalam momentum menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-80, sebagai bahan perenungan bersama untuk masa depan bangsa dan demokrasi Indonesia.
Dengan nada yang tegas namun penuh harapan, Amien Rais menegaskan pentingnya keberanian dan ketegasan dalam kepemimpinan untuk membawa Indonesia maju dan bermartabat.






