Menu

Mode Gelap
Genangan Air Pascabanjir terhadap Kesehatan Warga dan Tips Sehat Usai Banjir Tips Jaga Kesehatan di Musim Hujan di Kota Semarang Menjaga Kesehatan di Musim Hujan: Tips Sehat di Tengah Ancaman Banjir Oknum Anggota TNI AL Terlibat Perkelahian di Talaud, Lanal Minta Maaf, Proses Hukum Berlanjut Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

POLITIK

Partai Demokrat Bantah Keterlibatan Kontroversi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

badge-check


					Foto: logo Partai Demokrat Perbesar

Foto: logo Partai Demokrat

INAnews.co.id, Jakarta– Partai Demokrat angkat bicara terkait tuduhan keterlibatan mereka dalam ramainya isu dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo. Melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan Kepala Badan Komunikasi Strategis Herzaky Mahendra Putra, partai berlambang mercy ini tegas menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah yang tidak berdasar.

Klarifikasi penting yang disampaikan Demokrat adalah soal status Roy Suryo, yang kerap beropini terkait dugaan ijazah palsu Jokowi. Herzaky menegaskan bahwa Roy Suryo telah mengundurkan diri dari Partai Demokrat sejak 2019 karena perbedaan pandangan yang tidak sejalan dengan arah kebijakan partai.

“Istilah ‘partai biru’ yang diarahkan kepada Partai Demokrat merupakan upaya insinuatif yang menyesatkan dan mencemarkan nama baik kami,” tegas Herzaky dalam pernyataan tertulis yang diterima media, Senin (28/7).

Demokrat juga mengungkap bukti nyata keharmonisan hubungan antara keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarga Jokowi. Sejumlah momentum politik menunjukkan kedekatan kedua keluarga, termasuk:

  • Kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep di Kongres V Partai Demokrat
  • Kunjungan balasan Sekjen Herman Khaeron dan Waketum Teuku Riefky Harsya ke Kongres PSI yang dipimpin Kaesang
  • Kunjungan langsung Wapres Gibran untuk menjenguk SBY di RSPAD saat dirawat

“Hubungan ini mencerminkan keharmonisan yang kuat antarkeluarga, dan tidak pantas dijadikan sasaran provokasi,” ujar Herzaky.

Demokrat mencurigai adanya pihak-pihak yang sengaja “mengail di air keruh” dengan memanfaatkan isu ijazah untuk mengadu domba SBY dan Jokowi. Partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini menilai tindakan tersebut tidak etis dan berpotensi merusak ruang publik.

“Tindakan seperti ini sama sekali tidak mencerminkan semangat demokrasi yang sehat,” tandas Herzaky, seraya berharap klarifikasi ini dapat meredam upaya adu domba yang dinilai tidak bertanggung jawab.

Pernyataan Demokrat ini muncul di tengah gencarnya perbincangan publik soal dugaan ijazah palsu Jokowi yang sempat menghangat di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK