Menu

Mode Gelap
Genangan Air Pascabanjir terhadap Kesehatan Warga dan Tips Sehat Usai Banjir Tips Jaga Kesehatan di Musim Hujan di Kota Semarang Menjaga Kesehatan di Musim Hujan: Tips Sehat di Tengah Ancaman Banjir Oknum Anggota TNI AL Terlibat Perkelahian di Talaud, Lanal Minta Maaf, Proses Hukum Berlanjut Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

POLITIK

Jokowi “Mr Toxic and Poisonous”, Kata Amien Rais

badge-check


					Foto: Amien Rais/tangkapan layar Perbesar

Foto: Amien Rais/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Ketua MPR Amien Rais kembali melontarkan kritik tajam kepada Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi). Amien menilai bahwa pengaruh politik Jokowi kini telah pudar, sepuluh bulan pasca-lengsernya dari jabatan presiden.

Amien bahkan menyebut Jokowi sebagai “Mr. Toxic and Poisonous” dan mendesak agar Jokowi benar-benar “hilang dari peta politik” agar Indonesia bisa kembali membangun demokrasi yang rusak.

Menurut Amien, setelah dipecat dari PDIP, Jokowi sempat ditawari bergabung dengan partai-partai besar, namun menolak karena dinilai naluri politiknya masih berfungsi. Amien juga menyebut rencana Jokowi mendirikan partai sendiri yang diberi nama “Partai Super Terbuka” gagal, karena nama Jokowi sudah tidak memiliki bobot politik dan nama partai dinilai sebagai lelucon.

Amien Rais menduga bahwa serangkaian salah perhitungan politik Jokowi berujung pada keputusannya bergabung dengan PSI, partai yang dipimpin oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

Amien menilai langkah ini dilakukan karena tidak ada lagi tawaran dari partai besar, dan saat ini tidak ada lagi menteri atau petinggi TNI/Polri yang menyambangi Jokowi. Demikian disampaikan Amien melalui akun channel YouTube-nya, kemarin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK