INAnews.co.id, Jakarta– Posisi mantan Presiden Joko Widodo dalam konstelasi politik nasional dinilai semakin melemah pasca pembebasan Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto.
Pengamat politik Hersubeno Arief menilai pelemahan ini bukan karena kalkulasi politik, melainkan akibat perangai Jokowi yang masih ingin “campur-campur.”
“Ada kesadaran politik dari publik untuk menekan, dan tekanan itu akan berlanjut pada isu Habibie Award palsu dan ijazah palsu,” kata Hersubeno di akun YouTube-nya Rocku Gerung.
Menurutnya, kedua isu tersebut telah menetap di benak masyarakat Indonesia yang menganggap Jokowi berperangai politik pembohong.
Hersubeno memprediksi akan ada konsolidasi dari pihak Jokowi, namun dinilai hanya “menggeliat-menggeliat” karena kekuasaan sudah terkonsolidasi melalui pembebasan kedua tokoh tersebut.






