INAnews.co.id, Jakarta– Pengamat politik Rocky Gerung memprediksi Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle kabinet besar-besaran setelah 17 Agustus. Reshuffle ini disebutnya sebagai bagian dari “radical break” yang akan memisahkan rezim Prabowo dari rezim sebelumnya.
“Reshuffle itu adalah suatu keniscayaan. Presiden Prabowo melihat dengan mata kepala sendiri selama hampir 1 tahun ini kondisi dari kabinet yang isinya – kabinet tidak paham visi presiden,” tegas Rocky, Kamis.
Menurut Rocky, kabinet saat ini lebih fokus “mengincar anggaran ketimbang mengulas proyek presiden secara lebih sosialistis.”
Rocky menjelaskan bahwa “radical break” berarti adanya jarak yang “betul-betul final” antara rezim sekarang dengan rezim sebelumnya, terutama dalam hal kualitas dan moral kabinet.
“Sesuatu disebut radikal kalau betul-betul secara kualitatif kabinet nanti setelah 17 Agustus harus berbeda kualitasnya dan value-nya, moralnya dengan kabinet sebelumnya yang masih banyak agen-agen,” ujarnya.
Rocky juga menyinggung kemungkinan perubahan di Golkar terkait posisi Bahlil Lahadalia yang dinilai “kurang terlihat prestasinya” dan “main dua kaki” antara kepentingan pembangunan masyarakat dan oligarki Jokowi.






