INAnews.co.id, Jakarta– Jakarta Islamic Centre (JIC), melalui Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ), kembali menggelar Jakarta Islamic Education Fair (JIEF) pada 2-3 September 2025. Mengusung tema “Pendidikan Berakar Iman, Bertumbuh Inovasi,” acara tahunan ini menjadi platform untuk mengedukasi dan mendorong penguatan nilai-nilai keimanan serta akhlak di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ), K.H. Muhyiddin Ishaq, menekankan pentingnya peran pendidikan agama sebagai benteng pencegahan dari kerusuhan sosial. “Saya kira kalau rakyat Indonesia sudah beriman dan berakhlak, hal-hal seperti kemarin tidak mungkin terjadi,” ujarnya, menyinggung peristiwa kerusuhan yang memprihatinkan pada Selasa (2/9/2025).
Muhyiddin juga mengungkapkan keprihatinannya dengan melakukan ritual khusus berupa pembacaan Yasin sebanyak 41 kali, sebuah langkah yang disebutnya belum pernah dilakukan sebelumnya, bahkan saat dinamika politik Pilpres maupun Pilkada. “Ini saya pakai demi negara,” ungkap ulama berusia 66 tahun tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Muhyiddin menyoroti kontribusi signifikan pesantren dan madrasah dalam mencerdaskan bangsa, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Namun, ia menyayangkan adanya perlakuan yang dianggap kurang adil terhadap lembaga pendidikan keagamaan ini, seperti penarikan guru negeri dari madrasah swasta yang dipimpinnya.
“Anda ini kan sudah digaji negara. Saya ini ikut mencerdaskan anak bangsa,” tegas Muhyiddin, menirukan argumennya saat berhadapan dengan pejabat terkait. Ia juga menyoroti kesenjangan anggaran antara sekolah negeri dan swasta, di mana sekolah swasta harus berjuang keras dengan keterbatasan dana.
Pameran Pendidikan hingga Ragam Talk Show
JIEF 2025 yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, diramaikan dengan berbagai kegiatan edukatif. Menurut Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan PPIJ, H. Rasyidi H.Y., acara ini ditujukan bagi masyarakat, guru, dan siswa, terutama yang berada di wilayah Jakarta Utara.
Rangkaian acara JIEF 2025 meliputi Pameran Pendidikan, Seminar Nasional, Zona Anak, Workshop, Kompetisi Robotik, Bazaar Kuliner Islami, Pentas Seni & Dakwahtainment, hingga Bincang Kampus & Pintu Beasiswa. Beberapa narasumber yang mengisi sesi talk show antara lain Ir. Moch. Abduh, Ms. Ed., Ph.D (Staf Ahli Mendikdasmen Bidang Teknologi Pendidikan), Prof. Dr. Ir. Andi Adriansyah, M. Eng (Rektor Universitas Mercu Buana), Dr. H. Adib, M. Ag (Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta), dan Deva Rachman, S.Sos., M.Si (istri mendiang Syeh Ali Jaber).
Dengan kehadiran para pejabat, K.H. Muhyiddin berharap pendidikan keagamaan mendapat perhatian serius dari pemerintah. Ia menutup sambutannya dengan harapan agar upaya penguatan pendidikan keimanan dan akhlak dapat menjadi amal saleh dan “deposito akhirat” bagi semua pihak.






