Menu

Mode Gelap
Genangan Air Pascabanjir terhadap Kesehatan Warga dan Tips Sehat Usai Banjir Tips Jaga Kesehatan di Musim Hujan di Kota Semarang Menjaga Kesehatan di Musim Hujan: Tips Sehat di Tengah Ancaman Banjir Oknum Anggota TNI AL Terlibat Perkelahian di Talaud, Lanal Minta Maaf, Proses Hukum Berlanjut Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

POLITIK

Prabowo: Banyak Birokrat Pintar Sembunyikan Aset

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pembentukan dana kedaulatan (sovereign wealth fund) bernama Danantara Indonesia yang mengelola aset negara senilai lebih dari 1.000 miliar dolar AS atau sekitar Rp16.000 triliun.

“Ternyata kaget, banyak di antara kita, termasuk saya, tidak menduga kalau kita kumpulkan semua aset milik negara nilainya adalah lebih dari 1.000 miliar dolar,” ungkap Prabowo di Munas ke-VI PKS, Senin (29/9/2025).

Danantara merupakan singkatan dari Daya Anagata Nusantara, yang berarti kekuatan energi masa depan Indonesia.

Prabowo menyatakan banyak aset negara yang selama ini tersembunyi. “Jadi banyak birokrat-birokrat kita yang pintar sembunyikan aset. 1.000 triliun tinggal manajemen,” katanya.

Presiden menargetkan agar Danantara dapat menghasilkan minimal 3-5 persen return per tahun, yang berarti Rp480-800 triliun per tahun. Dengan pengelolaan optimal, seharusnya bisa mencapai 10 persen atau Rp1.600 triliun per tahun.

“Kalau dagang yang biasa, harusnya hasilnya yang wajar itu10% dari aset. Jadi dari 1.000 miliar dolar, harusnya negara kita dapat hasil 100 miliar dolar tiap tahun,” jelasnya.

Prabowo memberi waktu 3 tahun bagi pengelola Danantara untuk mencapai target tersebut. Ia yakin dana ini akan menciptakan jutaan lapangan kerja baru bagi rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK