INAnews.co.id, Jakarta– Kesenjangan yang mencolok antara kemewahan hidup anggota DPR dengan penderitaan rakyat menjadi sorotan tajam. Prof. Siti Zuhro mengungkap bahwa tunjangan reses anggota DPR mencapai Rp 150 juta per kali dan bisa dilakukan 4-5 kali setahun.
“Tunjangan reses besarnya 150 juta dan bisa dilakukan 4 sampai 5 kali dalam setahun. Itu kan besar sekali sebenarnya. Ini yang sampai sekarang belum terlalu disoroti,” ungkap peneliti BRIN tersebut di “Abraham Samad Speak Up”, Ahad (14/9/3025).
Ironinya, di saat yang bersamaan, angka stunting dan kemiskinan terus meningkat di berbagai daerah. “Penduduk yang miskin ini meningkat, pengangguran meningkat luar biasa. Stunting menyentuh semua, Jakarta pun punya stunting,” jelasnya.
Kontras ini semakin mencolok ketika melihat gaya hidup anggota DPR yang hedonis. “Masyarakatnya nangis dia cekikikan. Masyarakatnya enggak bisa makan dia berlimpahan tunjangannya—sampai menunya emas,” kritik Siti Zuhro pedas.
Kondisi ini dinilai mencerminkan kegagalan fungsi representasi DPR yang seharusnya merasakan penderitaan rakyat, bukan sebaliknya.






