Menu

Mode Gelap
Genangan Air Pascabanjir terhadap Kesehatan Warga dan Tips Sehat Usai Banjir Tips Jaga Kesehatan di Musim Hujan di Kota Semarang Menjaga Kesehatan di Musim Hujan: Tips Sehat di Tengah Ancaman Banjir Oknum Anggota TNI AL Terlibat Perkelahian di Talaud, Lanal Minta Maaf, Proses Hukum Berlanjut Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

POLITIK

Said Didu Berterima Kasih kepada Prabowo karena Disebut akan Mereformasi Kepolisian

badge-check


					Foto: Muhammad Said Didu, dok. jpnn Perbesar

Foto: Muhammad Said Didu, dok. jpnn

INAnews.co.id, Jakarta– Said Didu berterima kasih kepada Prabowo karena disebut akan mereformasi kepolisian.

“Terima kasih kepada Presiden Prabowo yg sudah menjanjikan akan melakukan reformasi kepada lembaga kepolisian,” ujar Said Didu lewat akun X-nya, Jumat.

“Inti reformasi kepolisian adalah : mengembalikan institusi kepolisian sbg pelindung dan pengayom rakyat serta unsur penjagakan hukum dari (saat ini) sebagai pemeras dan penekan rakyat dan makelar penegakan hukum,” imbuh Didu.

Hal tersebut kata Didu, bisa terwujud jika pimpinan parpol sepakat dan memerintahkan kepada anggotanya di DPR untuk memutuskan arahan tersebut. “Jika tidak maka anggota DPR akan disogok lagi utk menggagalkan reformasi kepolisian,” katanya.

“Jika tidak dilakukan reformasi maka semakin banyak aturan yg dibuat, makin luas ruang permainan polisi utk memeras dan menekan rakyat serta ruang makelar hukum,” tambahnya.

Idealnya lembaga kepolisian, kata Didu, di bawah gubernur saja, atau di bawah Mendagri, atau dibuat Menteri Keamanan Nasional yang pimpinannya bukan polisi.

Namun demikian kata Didu, publik paham bahwa satu penyebab polisi sulit diperbaiki karena sesama polisi sudah saling sogok, mulai masuk pendidikan, naik pangkat, pindah posisi—semua harus menyogok atasannya. “Maka hentikan polisi saling menyogok !!!” tuding Didu.

“Dalam hal penegakan hukum, publik juga sudah paham bagaimana polisi menjadi alat para oligarki menggusur dan menekan rakyat,” ia menambahkan.

Atas dasar itu, Tim Reformasi Kepolisian sebaiknya kata mantan Sekretaris BUMN ini, dipimpin langsung oleh Presiden dan anggotanya adalah orang-orang yang idealis dan tidak takut teror.

Kabar mereformasi kepolisian disampaikan tokoh lintas agama usai bertemu Presiden Prabowo di Istana baru-baru ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK