INAnews.co.id, Jakarta– Kehadiran sejumlah tokoh dari pemerintahan sebelumnya dalam kabinet Prabowo Subianto dinilai menjadi faktor penghambat dan ancaman bagi legitimasi presiden. Prof. Siti Zuhro dari BRIN menyebut Prabowo “tidak punya kemewahan” untuk memilih seluruh kabinetnya sesuai preferensi pribadi.
“Pak Prabowo tidak punya kemewahan untuk memilih seluruhnya sesuai preferensi. Maka diberilah sekitar 14-16 dari pilihan-pilihan rezim sebelumnya. Kalau tidak tepat menjadi batu sandungan dan taruhan bagi legitimasi Pak Prabowo,” ungkap peneliti senior tersebut ketika diwawancarai Abraham Samad lewat kanal YouTube-nya (Abraham Samad Speak Up), Ahad (14/9/2025).
Reshuffle lima menteri yang disebut “geng Solo” termasuk Budi Arie Setiadi dan Budi Gunawan dinilai sebagai langkah awal, kata Siti. Namun, tuntutan publik untuk membersihkan kabinet dari “anasir-anasir masa lalu” yang bermasalah masih terus bergulir.
“Anasir-anasir yang memimpin di kementerian yang terkonotasi bagian dari masa lalu, yang menunjukkan track record tidak bagus, yang berkaitan dengan korupsi, pelanggaran etika—ini yang menghambat Pak Prabowo,” tegas Siti Zuhro.






