Menu

Mode Gelap
Tips Jaga Kesehatan di Musim Hujan di Kota Semarang Menjaga Kesehatan di Musim Hujan: Tips Sehat di Tengah Ancaman Banjir Oknum Anggota TNI AL Terlibat Perkelahian di Talaud, Lanal Minta Maaf, Proses Hukum Berlanjut Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

POLITIK

Maladministrasi dalam Program MBG Ditemukan Ombudsman

badge-check


					Foto: dok. Media Indonesia Perbesar

Foto: dok. Media Indonesia

INAnews.co.id, Jakarta– Ombudsman RI menemukan empat potensi maladministrasi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yaitu penundaan berlarut, diskriminasi, tidak kompeten, dan penyimpangan prosedur. Demikian disampaikan Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika dikutip akun X resmi Ombudsman RI, Kamis (2/10/2025).

Selain itu, kata dia, teridentifikasi delapan permasalahan utama terkait pelaksanaan program, di antaranya kesenjangan target dan realisasi layanan, kasus keracunan massal, penetapan mitra yang rawan konflik kepentingan, keterbatasan SDM, hingga lemahnya sistem pengawasan.

“Temuan ini menunjukkan masih adanya kelemahan dalam tata kelola yang berisiko menurunkan kualitas pelayanan publik.”

Sebagai langkah perbaikan, Ombudsman RI merekomendasikan evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “SPPG yang menimbulkan insiden kesehatan harus segera dihentikan untuk dilakukan evaluasi, SPPG yang berjalan normal dipantau lebih ketat, dan SPPG yang belum beroperasi diwajibkan memenuhi sertifikasi keamanan pangan serta penerapan SOP menuju zero incident.”

“Perbaikan ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan tujuan utama Program MBG sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi dan menyejahterakan masyarakat dapat tercapai.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK