Menu

Mode Gelap
Parpol di Indonesia Dinilai Bukan Partai Sejati, Melainkan “Perusahaan Keluarga” Mengapa Kasus Pidana Pemilu Jarang Diproses? Ahli Ungkap Sistem “Berputar-putar” Ketujuh Komisioner KPU Pernah Dihukum karena Pelanggaran Etika Ahli: Sistem Pilkada Lewat DPRD Justru Picu Transaksi Politik Lebih Parah Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada BAT Bank Akui Dana USD 1 Juta Dikuasai, CWIG Ultimatum Pengembalian Secepatnya

POLITIK

Momen Mahfud Dijemput Anak Muda Tengah Malam untuk Jadi Ketua MK

badge-check


					Foto: Prof. Zainal Arifin Mochtar (tengah)-Mahfud MD (kanan)/tangkapan layar Perbesar

Foto: Prof. Zainal Arifin Mochtar (tengah)-Mahfud MD (kanan)/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan kisah menarik di balik proses terpilihnya sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2008. Dalam tayangan di kanal YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (25/10/2024), ia bercerita dijemput sekelompok anak muda aktivis tengah malam ke sebuah hotel.

“Saya waktu itu DPR, itu gimana saya gak terpikir sampai sekarang. Tapi ini sebentar lagi yang dari Bandung itu yang jenderal mau pensiun, mau pensiun 2 bulan lagi Bapak harus ganti dia,” kata Mahfud menirukan ucapan para aktivis saat itu.

Aktivis yang menjemputnya antara lain Saldi Isra (kini Hakim MK), Refly Harun, Irman Putra Sidin, dan Dennis. Mereka datang mendadak tengah malam membawa Mahfud ke sebuah hotel.

“Ditelepon mendadak gitu. Oh, jadi ada cerita anak muda menculik Pak Mahfud untuk masuk ke MK ya, meminta masuk MK,” timpal pembawa acara Rizal Mustari.

Mahfud juga mengungkapkan perannya dalam mendorong Saldi Isra menjadi Hakim MK. “Seperti Saldi jadi hakim MK tuh kan saya yang dorong mati-matian. Dia semula gak mau,” ujarnya.

Bahkan Saldi menyebut dalam pidatonya bahwa ia ditelepon Mahfud seperti minum obat – pagi, siang, malam – agar mendaftar ke MK. “Saya pas naik umrah ada pengumuman Saldi mau dilantik. Cepat pulang saya biar hadir pelantikan sebagai hakim MK,” kenang Mahfud.

Dalam perbincangan dengan Prof. Zainal Arifin Mochtar atau Uceng, Mahfud mengaku sering berdiskusi dengan akademisi dan aktivis. Kedekatan ini terjalin sejak Mahfud masih menjadi anggota DPR.

“Pak Mahfud itu anomali bagi kami bagi teman-teman aktivis karena anggota DPR tapi kok kayaknya sering ngritik DPR gitu,” ujar Uceng yang juga sutradara film Dirty Vote.

Uceng menceritakan, meski sering mengkritik kebijakan pemerintah termasuk saat Mahfud menjabat Menko Polhukam, hubungan mereka tetap baik. “Tidak pernah Pak Mahfud take it personally sebagai sebab jarak yang terpisah gitu gara-gara kritik. Karena dia paham bahwa ini ada tujuan besar yang sedang mau dibangun,” katanya.

Bahkan Mahfud pernah menanyakan langsung kepada Uceng apakah ia harus mundur dari kabinet saat dikritik keras terkait UU Cipta Kerja. Mahfud menceritakan banyak hal di balik layar pemerintahan kepada Uceng, termasuk dinamika di sidang kabinet.

“Enggak enak aja kalau saya cerita pasti bacain Pak, banyak sekali yang diceritain Pak Mahfud bagaimana posisinya di hadapan ini, hadapan ini. Bahkan bagaimana Pak Mahfud di sidang kabinet itu ngelihat para menteri-menteri yang lain itu,” ungkap Uceng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Parpol di Indonesia Dinilai Bukan Partai Sejati, Melainkan “Perusahaan Keluarga”

14 Januari 2026 - 12:20 WIB

Mengapa Kasus Pidana Pemilu Jarang Diproses? Ahli Ungkap Sistem “Berputar-putar”

14 Januari 2026 - 10:15 WIB

Ketujuh Komisioner KPU Pernah Dihukum karena Pelanggaran Etika

14 Januari 2026 - 08:10 WIB

Populer NASIONAL