Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Farid Gaban Sebut Indonesia Butuh “Reset” Total, Bukan Sekadar “Restart”

badge-check


					Foto: Farid Gaban/tangkapan layar Perbesar

Foto: Farid Gaban/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Jurnalis senior Farid Gaban menilai Indonesia memerlukan perubahan mendasar yang ia sebut sebagai “reset”, bukan sekadar “restart” seperti memulai ulang komputer.

Dalam perbincangan di Forum Keadilan TV yang ditayangkan Selasa (23/12/2025), penulis buku “Reset Indonesia” ini menjelaskan perbedaan fundamental antara kedua istilah tersebut.

“Restart itu cuma mematikan dan menghidupkan kembali komputer kita. Kalau reset itu kita termasuk membenahi lagi, mengatur ulang, termasuk software-nya dan apakah hardware-nya juga harus diubah,” ujar Farid.

Kesimpulan tersebut ia peroleh setelah tiga kali melakukan ekspedisi keliling Indonesia sejak 2009-2023, yakni Ekspedisi Jamrud Katulistiwa, Ekspedisi Indonesia Biru, hingga ekspedisi terakhir bersama generasi muda.

Farid mengidentifikasi kerusakan multidimensional yang terjadi di Indonesia, mulai dari kerusakan alam yang makin parah, konflik kepemilikan lahan yang meluas, ketimpangan ekonomi yang membesar, hingga pendekatan keamanan yang represif.

“Kita mengalami kerusakan kebijakan publik yang mencerminkan kerusakan politik. Ada hukum, ada politik, secara ekonomi juga. Itu yang kami lihat. Makanya tidak cukup untuk di-restart, tapi harus di-reset,” tegasnya.

Jurnalis kawakan ini menekankan bahwa Indonesia telah kehilangan arah pembangunan yang seharusnya berpihak pada rakyat dan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

AS Terapkan Imperialisme Baru dan Ancam Stabilitas Global Tangkap Maduro

9 Januari 2026 - 07:36 WIB

Populer POLITIK