Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

NASIONAL

Lemahnya Mitigasi dan Ketidakseriuasan Pemda Merespon Peringatan BMKG Penyebab Banjir Bandang

badge-check


					Lemahnya Mitigasi dan Ketidakseriuasan Pemda Merespon Peringatan BMKG Penyebab Banjir Bandang Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini sejak 17-20 November tentang pembentukan pusat tekanan rendah (low pressure area), namun pemerintah daerah gagal merespons dengan serius.

“Dari 17 sampai 30 November, BMKG terus mengeluarkan rilis. Tapi pemerintah daerah responnya seperti apa? Langkah-langkahnya masih tanggap darurat, bukan mitigasi,” kritik Gandar Mahut Suwala, Direktur WALHI Yogyakarta yang menghadiri COP29 di Belem, Brazil diungkap Senin (1/12/2025).

Siklon tidak seperti gempa yang tiba-tiba terjadi. Pada 21-25 November sudah terbentuk bibit siklon 95B, dan baru 26-30 November menjadi siklon utuh.

“Jangan-jangan pemerintah daerah santai karena pikir bibit siklon bisa batal jadi siklon. Ini perlu direfleksikan,” ujar Gandar.

Kegagalan juga bersifat ideologis: pemerintah masih berfokus pada tanggap darurat, bukan investasi pembangunan dan pengelolaan hulu-hilir yang serius.

“Analisis Risiko Bencana di Pasal 40 UU Penanggulangan Bencana sudah jelas, tapi mekanismenya belum ada. Produk pembangunan yang berisiko menimbulkan bencana harus dilengkapi kajian lengkap,” tegasnya.

WALHI mendesak perubahan konsepsi dari tanggap darurat ke kesiapsiagaan, antisipatif, dan mitigasi sebelum bencana terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

BRICS atau Trump? Bukti Indonesia Kehilangan Orientasi Politik Luar Negeri

24 Februari 2026 - 17:12 WIB

Diplomasi Tarif Prabowo-Trump Gagal Total dan Konyol

23 Februari 2026 - 18:48 WIB

Populer NASIONAL