INAnews.co.id, Jakarta- Dalam kesaksian langka, Prof. Emil Salim mengungkapkan apa yang ia saksikan di masa-masa akhir pemerintahan Soeharto menjelang kejatuhan 1998.
“Pak Harto dikelilingi oleh orang-orang yang semulanya beliau percaya, tapi akhirnya memanfaatkan kepercayaan itu bukan untuk kepentingan cita-cita Pak Harto, tetapi kepentingan pribadi,” ungkap Emil Salim kepada Akbar Faizal, Senin (19/1/2026).
Emil mengaku sempat bersama Moerdiono dan Sudharmono mencoba menjaga Soeharto agar tidak disalahgunakan oleh lingkaran dalamnya. Namun, dinamika politik tidak bisa dibendung.
“There is no permanent friends dalam politik. Tidak ada sahabat abadi. Ketika Pak Harto mulai lanjut usia, yang tadinya kawan mulai mencari bintang baru,” kata Emil dengan nada prihatin.
Menurutnya, politik adalah soal survival, bukan solidaritas. “Yang saya kira bisa jadi teman, kok ada perubahan. Ada change tidak hanya di lingkungan Golkar, tapi juga di inner circle,” kenangnya.






