INAnews.co.id, Davos– Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia sebagai “titik terang global” dengan pertumbuhan ekonomi konsisten di atas 5% selama satu dekade dan tidak pernah gagal bayar utang sepanjang sejarah, dalam pidatonya di WEF Davos, Kamis (22/1/2026).
“Ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari 5% setiap tahun selama dekade terakhir, dan saya yakin tahun ini pertumbuhan akan lebih tinggi,” kata Prabowo, dikutip dari laporan IMF yang menyebut Indonesia sebagai “global bright spot”.
Inflasi terjaga sekitar 2%, defisit pemerintah di bawah 3% dari PDB. “Lembaga internasional memuji kami bukan karena optimisme tak berdasar, tapi karena bukti. Mereka akui ekonomi Indonesia resilient dan kebijakan kami terkalibrasi dengan baik,” ujarnya.
Kredibilitas Indonesia dibangun bertahun-tahun dengan konsistensi. “Indonesia dalam sejarah tidak pernah sekalipun gagal bayar utang. Tidak sekalipun. Pemerintahan berikutnya selalu bayar utang pemerintahan sebelumnya. Presiden penerus selalu hormati utang administrasi sebelumnya,” tegasnya.
Stabilitas ini bukan kebetulan. “Terjadi karena kami memilih persatuan atas fragmentasi, persahabatan dan kolaborasi atas konfrontasi, selalu persahabatan atas permusuhan,” kata Prabowo.
Februari lalu, pemerintah mendirikan dana kekayaan negara Dantara Indonesia dengan aset kelolaan USD 1 triliun. “Dantara berarti energi untuk masa depan Indonesia. Dengan Dantara, saya bisa berdiri di depan Anda sebagai mitra setara,” katanya.
Dantara mengelola 144 BUMN yang akan dirasionalisasi menjadi maksimal 300. “Kami akan buang inefisiensi, terapkan tata kelola terbaik dan manajemen standar internasional,” ujarnya.
Prabowo mengizinkan Dantara merekrut ekspatriat untuk memimpin perusahaan-perusahaan ini. “Kami ingin otak dan pikiran terbaik dunia,” tegasnya.
Dalam dua bulan pertama, program efisiensi menghemat USD 18 miliar dengan menghentikan program tidak efisien dan meragukan, yang kemudian dialihkan ke proyek perbaikan kehidupan masyarakat.






