Menu

Mode Gelap
Saiful Mujani: Prabowo Ancam Konstitusi dan Demokrasi Indonesia UU PPRT Kemenangan Pekerja Perempuan Qurban Vibes: Lebih dari Sekadar Ritual, Ini Soal Totalitas Cinta EBT Terjebak Monopsoni PLN, Pengembang Menjerit ReforMiner Institute Dorong EBT Solusi Strategis Saat Krisis Energi Dokter Shelly Lavenia: Jerawat, Kutil, dan Campak Bisa Diatasi dengan Tepat

NASIONAL

Pidato Prabowo di Davos: Sita 5 Juta Hektare Lahan Ilegal

badge-check


					Foto: ilustrasi, dok. greeners.co Perbesar

Foto: ilustrasi, dok. greeners.co

INAnews.co.id, Davos – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan tindakan tegas pemberantasan korupsi dengan menyita total 5 juta hektare perkebunan dan tambang ilegal serta mencabut izin 28 korporasi yang melanggar hukum, dalam pidatonya di WEF Davos, Kamis (22/1/2026).

“Dalam tahun pertama pemerintahan saya, kami telah menyita 4 juta hektare perkebunan dan tambang ilegal. Dua hari lalu, saya pimpin rapat kabinet dari London via Zoom dan kami memutuskan mencabut izin 28 korporasi yang menguasai 1,01 juta hektare,” ungkap Prabowo.

Pencabutan izin dilakukan karena korporasi tersebut membangun perkebunan di hutan lindung, melanggar hukum secara terang-terangan. “Ini adalah upaya penegakan hukum hutan paling berani dalam sejarah Indonesia,” katanya.

Prabowo menyebut praktik ini sebagai “greedomics” – ekonomi keserakahan, bukan ekonomi pasar bebas. “Mungkin pengusaha rakus ini merasa tidak perlu mengakui kedaulatan pemerintah Indonesia, atau merasa bisa membeli semua pejabat,” ujarnya.

Ia menantang mereka yang menganggap semua pejabat bisa dibeli. “Mereka akan mendapat kejutan besar,” tegasnya.

Pemerintah juga telah menutup 1.000 tambang ilegal dan masih mendata sekitar 1.000 tambang ilegal lainnya. Diperkirakan ada 666 korporasi yang melanggar hukum. “Kami hanya bisa punya keberanian menegakkan hukum. Tidak ada kompromi. Tidak ada jalan kembali,” kata Prabowo.

Sejak minggu-minggu pertama pemerintahan, ditemukan penyalahgunaan masif dalam tata kelola bahan bakar dan minyak mentah di semua sektor ekonomi. “Rakyat saya menuntut ini. Kami bertekad melayani rakyat dengan jujur. Saya bertekad menjaga sumpah saya, membela konstitusi, menegakkan hukum negara,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

EBT Terjebak Monopsoni PLN, Pengembang Menjerit

24 April 2026 - 18:43 WIB

Kebutuhan Dapur Walikota Depok Rp33 juta perbulan, CBA : Orang Miskin Disana 63 ribu Jiwa

24 April 2026 - 08:24 WIB

20 Persen BBM RI Bisa Macet Kalau Selat Hormuz Tutup

23 April 2026 - 19:39 WIB

Populer NASIONAL