INAnews.co.id, Jakarta- Untuk pertama kalinya dalam hampir 10 tahun terakhir, Indonesia berhasil melampaui target lifting minyak mentah yang ditetapkan dalam APBN. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencatat realisasi lifting 2025 mencapai 605.300 barel per hari, melampaui target 605.000 barel.
“Ini capaian luar biasa tanpa penemuan sumur signifikan. Ini kerja tim, bukan kerja saya sendiri,” kata Bahlil dalam wawancara di kanal Kasisolusi, Senin (12/1/2026).
Data menunjukkan lifting minyak Indonesia mengalami penurunan drastis sejak era reformasi. Dari puncak 1,5-1,6 juta barel per hari di tahun 1997, turun menjadi hanya 577.000 barel per hari di 2024. Target APBN sering meleset dalam 10 tahun terakhir.
Selain lifting minyak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor minerba juga melampaui target 108%, mencapai Rp138,7 triliun dari target Rp127,44 triliun. Total PNBP sektor ESDM mencapai sekitar Rp240 triliun, atau 15% dari total pendapatan APBN.
“Di sektor ESDM, investasi tahun 2025 mencapai US$31 miliar, gabungan PMA dan PMDN. Lapangan kerja yang tercipta lebih dari 800.000,” ungkap Bahlil.
Menteri yang sebelumnya sukses mendongkrak investasi dari Rp750 triliun menjadi Rp1.650 triliun saat menjabat sebagai Menteri Investasi ini optimis bisa terus meningkatkan kinerja sektor ESDM.






