INAnews.co.id, Jakarta– Prof. Zainal Arifin Mochtar menegaskan bahwa negara Indonesia sudah terlalu kuat sehingga yang perlu diperkuat adalah masyarakat sipil. Ia memilih jalur film dan gerakan akar rumput ketimbang masuk kekuasaan.
“Negara ini sudah terlalu kuat, Bang. Yang harus dikuatkan itu masyarakat sipil yang terseok-seok,” ujar Zainal menjelaskan mengapa ia konsisten bergerak di luar kekuasaan dengan Akbar Faizal yang tayang Senin (5/1/2025).
Zainal mengungkapkan pernah ditawari posisi staf khusus presiden untuk bidang hukum menggantikan Denny Indrayana pada 2012, namun menolak. “Saya tidak berpretensi untuk menikmati demokrasi ini sendiri. Ini titipan untuk anak cucu kita,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa gerakan masyarakat sipil kini bergerak secara “rizomatik” seperti akar rimpang yang terus menjalar meski dipotong. Film Dirty Vote 1 yang ditonton 40 juta orang menjadi bukti efektivitas pendekatan ini.






