Menu

Mode Gelap
Mantan Komisioner KPK Menyoal Kasus Febrie Perhatikan Kondisi Ban, Jangan Mengendarai Kendaraan Dengan Kondisi Ban Gundul..Sangat Berbahaya…!!! Emisi Satu Orang Kaya Bisa Setara Ribuan Warga Miskin Elektabilitas Prabowo Anjlok Bencana Bukan Salah Alam Presiden Prabowo Instruksikan BMKG Perkuat Kesiapan Langkah Hadapi Kemarau dan El Nino

POLITIK

Elektabilitas Prabowo Anjlok

badge-check


					Foto: Deni Irvani/tangkapan layar Perbesar

Foto: Deni Irvani/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Elektabilitas Presiden Prabowo Subianto merosot tajam dalam sembilan bulan terakhir, sementara Dedi Mulyadi justru melonjak dan kini menempati posisi teratas simulasi calon presiden. Hal ini terungkap dalam survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pekan ini.

Berdasarkan simulasi semi terbuka dengan 20 nama tokoh, Dedi Mulyadi meraih dukungan 35 persen, jauh meninggalkan Prabowo Subianto yang hanya memperoleh 14,5 persen. Di bawah keduanya menyusul Anies Baswedan (8,2 persen), Gibran Rakabuming Raka (7,7 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (4,9 persen), Ganjar Pranowo (4,2 persen), dan Mahfud MD (4 persen).

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengatakan selisih dukungan antara Dedi Mulyadi dan Prabowo jauh melampaui ambang kesalahan survei sehingga dapat disimpulkan sebagai perbedaan yang nyata secara statistik.

“Selisih 20 persen ini signifikan, meyakinkan, lebih kuat dukungannya dibanding Prabowo Subianto,” kata Deni.

Survei ini dilakukan pada 5-19 Juli 2026 terhadap responden yang mewakili populasi pemilih nasional, dengan margin of error sebesar plus minus 3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Metode survei menggabungkan wawancara telepon melalui double sampling untuk responden pengguna telepon seluler dan wawancara tatap muka dengan stratified multistage random sampling untuk responden yang tidak memiliki telepon seluler.

Yang menarik, dari tujuh nama teratas, hanya Dedi Mulyadi dan Agus Harimurti Yudhoyono yang tidak pernah tercantum sebagai calon presiden pada Pemilu 2024 lalu. Meski demikian, Deni mengingatkan masih ada 12,8 persen responden yang belum menentukan pilihan atau menjawab tidak tahu, sehingga peta elektabilitas berpotensi bergeser.

Tren tiga survei terakhir sejak November 2025 menunjukkan pola yang berbanding terbalik antara kedua tokoh tersebut. Pada November 2025, Prabowo masih unggul dengan 34,9 persen berbanding 19,7 persen milik Dedi Mulyadi. Namun pada Juli 2026, posisi keduanya bertukar total.

“Situasinya terbalik dibanding sembilan bulan yang lalu,” ujar Deni.

Dalam simulasi head to head yang hanya mengadu Dedi Mulyadi melawan Prabowo Subianto, kesenjangan itu makin melebar. Dedi Mulyadi meraih 59 persen dukungan, sedangkan Prabowo hanya 28 persen, dengan sisa 12,7 persen belum menentukan pilihan.

“Kalaupun dibaca secara pesimis, elektabilitas Dedi Mulyadi masih di atas 50 persen,” kata Deni.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Bencana Bukan Salah Alam

30 Juli 2026 - 13:29 WIB

Mengenal “Kabinet Bayangan”: Bakal Beri “Kejutan” untuk Prabowo

28 Juli 2026 - 14:43 WIB

Kata Ekonom soal Kepuasan Publik ke Presiden dan Ekonomi Anjlok

28 Juli 2026 - 12:41 WIB

Populer EKONOMI