Menu

Mode Gelap
Kerawanan Pangan Papua Tetap Tinggi, Kemiskinan Jadi Faktor Utama Reformasi Polri-Kejaksaan-KPK Rampung Maret 2026? Indonesia Tidak Pernah Gagal Bayar Utang Ketergantungan Gandum Ancam Ketahanan Pangan Operasi Penertiban Morowali Dihentikan oleh Menhan karena Dua Alasan Ini? Indonesia Renovasi 16.140 Sekolah, Pasang 288.000 Panel Digital Interaktif di Seluruh Nusantara

NASIONAL

Prabowo: Program Makan Gratis Indonesia Kalahkan McDonald’s

badge-check


					Foto: Prabowo Subianto/tangkapan layar Perbesar

Foto: Prabowo Subianto/tangkapan layar

INAnews.co.id, Davos– Presiden Prabowo Subianto mengumumkan program makan bergizi gratis Indonesia telah melayani 59,8 juta porsi per hari, melampaui target awal dan akan segera menyaingi McDonald’s yang melayani 68 juta porsi sehari, dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) Davos, Kamis (22/1/2026).

“Sebagai informasi, dalam waktu sekitar satu bulan, kita akan melampaui McDonald’s yang melayani 68 juta porsi per hari,” kata Prabowo di hadapan para pemimpin dunia dan investor global.

Program yang dimulai 6 Januari 2025 ini berkembang pesat dari 190 dapur yang melayani 570.000 porsi menjadi 21.120 dapur nasional dalam setahun. Target tahun ini mencapai 82,9 juta porsi per hari, melayani semua anak Indonesia dari dalam kandungan hingga usia 18 tahun.

McDonald’s membutuhkan 50-55 tahun sejak 1940 untuk mencapai 68 juta porsi, sementara Indonesia menargetkan 82,9 juta porsi dalam waktu kurang dari dua tahun. “Saya berharap tercapai akhir Desember 2026, tapi tim saya bilang bisa sebelum Desember,” ujar Prabowo.

Program ini juga mendongkrak ekonomi dengan melibatkan lebih dari 61.000 UMKM dan koperasi dalam rantai pasok, menciptakan 600.000 lapangan kerja langsung di dapur dengan proyeksi 1,5 juta pekerjaan pada puncaknya. Ditambah vendor dan pemasok, total lebih dari 2,5 juta mata pencaharian tersentuh.

Untuk ibu hamil, menyusui, dan lansia yang tinggal sendiri, makanan diantar langsung ke rumah setiap hari. “Inilah mengapa saya yakin pertumbuhan ekonomi kita akan mencapai angka yang mengesankan. Kebijakan sosial kita harus memperluas produktivitas dan menghasilkan pertumbuhan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Tidak Pernah Gagal Bayar Utang

23 Januari 2026 - 17:45 WIB

Indonesia Renovasi 16.140 Sekolah, Pasang 288.000 Panel Digital Interaktif di Seluruh Nusantara

23 Januari 2026 - 16:41 WIB

Pidato Prabowo di Davos: Sita 5 Juta Hektare Lahan Ilegal

23 Januari 2026 - 15:37 WIB

Populer GLOBAL