INAnews.co.id, Davos– Presiden Prabowo Subianto mengumumkan program makan bergizi gratis Indonesia telah melayani 59,8 juta porsi per hari, melampaui target awal dan akan segera menyaingi McDonald’s yang melayani 68 juta porsi sehari, dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) Davos, Kamis (22/1/2026).
“Sebagai informasi, dalam waktu sekitar satu bulan, kita akan melampaui McDonald’s yang melayani 68 juta porsi per hari,” kata Prabowo di hadapan para pemimpin dunia dan investor global.
Program yang dimulai 6 Januari 2025 ini berkembang pesat dari 190 dapur yang melayani 570.000 porsi menjadi 21.120 dapur nasional dalam setahun. Target tahun ini mencapai 82,9 juta porsi per hari, melayani semua anak Indonesia dari dalam kandungan hingga usia 18 tahun.
McDonald’s membutuhkan 50-55 tahun sejak 1940 untuk mencapai 68 juta porsi, sementara Indonesia menargetkan 82,9 juta porsi dalam waktu kurang dari dua tahun. “Saya berharap tercapai akhir Desember 2026, tapi tim saya bilang bisa sebelum Desember,” ujar Prabowo.
Program ini juga mendongkrak ekonomi dengan melibatkan lebih dari 61.000 UMKM dan koperasi dalam rantai pasok, menciptakan 600.000 lapangan kerja langsung di dapur dengan proyeksi 1,5 juta pekerjaan pada puncaknya. Ditambah vendor dan pemasok, total lebih dari 2,5 juta mata pencaharian tersentuh.
Untuk ibu hamil, menyusui, dan lansia yang tinggal sendiri, makanan diantar langsung ke rumah setiap hari. “Inilah mengapa saya yakin pertumbuhan ekonomi kita akan mencapai angka yang mengesankan. Kebijakan sosial kita harus memperluas produktivitas dan menghasilkan pertumbuhan,” tegasnya.






