Menu

Mode Gelap
Program Sekolah Rakyat untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan Pegawai SPBG Mudah Jadi ASN, Guru Honorer Puluhan Tahun Terabaikan Pakar UI Kritisi Piagam BoP yang Dinilai Langgar Kedaulatan RI Genangan Air Pascabanjir terhadap Kesehatan Warga dan Tips Sehat Usai Banjir Tips Jaga Kesehatan di Musim Hujan di Kota Semarang Menjaga Kesehatan di Musim Hujan: Tips Sehat di Tengah Ancaman Banjir

POLITIK

Program Sekolah Rakyat untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan

badge-check


					Foto: M Qodari/tangkapan layar Perbesar

Foto: M Qodari/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta- Kepala Staf Presiden (KSP) M Qodari mengungkapkan ambisi besar Presiden Prabowo Subianto melalui program Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk memutus mata rantai kemiskinan. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 (20% terbawah).

“Bapak ibunya kalau sangat miskin tidak mampu memberikan makan bergizi, tidak mampu memberikan sekolah, sehingga putus sekolah. Nanti anak-anaknya itu akan mengulangi nasib orang tuanya,” ungkap Qodari dalam wawancara dengan Helmy Yahya, Jumat (23/1/2025).

Qodari menjelaskan ada dua jenis sekolah rakyat: transisi dan permanen. Saat ini sudah ada 166 sekolah transisi dengan sekitar 15.000 peserta. Target ke depan, akan ada 500 sekolah di seluruh Indonesia dengan kapasitas 1.000 siswa per sekolah, atau total 500.000 anak.

Sekolah rakyat permanen akan dibangun di lahan 6-8 hektar, dilengkapi gedung sekolah, asrama, dan fasilitas olahraga. “Ini sekolah Eton untuk anak Desil 1, Desil 2. Luar biasa cita-cita presiden,” kata Qodari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Pegawai SPBG Mudah Jadi ASN, Guru Honorer Puluhan Tahun Terabaikan

26 Januari 2026 - 14:43 WIB

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK