INAnews.co.id, Jakarta- Singapura mempertahankan posisinya sebagai negara investor terbesar di Indonesia sepanjang 2025 dengan nilai investasi USD17,4 miliar atau 30,9 persen dari total Penanaman Modal Asing (PMA). Posisi ini konsisten selama lebih dari 10 tahun terakhir.
Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan lima besar investor asing secara berurutan adalah Singapura, Hong Kong (USD3,4 miliar), Tiongkok (USD2,1 miliar), Malaysia (USD1,7 miliar), dan Jepang. “Jepang berhasil masuk lima besar, biasanya bergantian dengan AS atau Korea,” katanya, Kamis (15/1/2026).
Jika digabung, investasi dari Hong Kong dan Tiongkok mencapai USD5,5 miliar, melebihi Singapura. Namun keduanya dicatat terpisah sesuai data registrasi investor.
Khusus triwulan IV-2025, Singapura tetap memimpin dengan USD4,8 miliar (30,1%), disusul Hong Kong, Tiongkok, Malaysia, dan Jepang. Di luar 10 besar, negara-negara seperti Uni Emirat Arab (UAE) diproyeksikan meningkat signifikan tahun 2026, terutama di sektor energi terbarukan.
Sektor yang menarik investor asing terbanyak adalah industri logam dasar dan barang logam (USD5,1 miliar dari Singapura), jasa lainnya (USD2,5 miliar), transportasi, dan industri makanan.
Rosan menegaskan Indonesia terus memperkuat daya tarik investasi melalui berbagai perjanjian perdagangan seperti Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) yang ditandatangani September 2025 dan Indonesia-EU Economic Partnership Agreement (IUSEPA) yang menargetkan ratifikasi tahun ini.






