Menu

Mode Gelap
Ortuseight Sportstyle Rekomendasi Tepat Menemani Langkah Anda Di Hari Raya Imigrasi Soeta Amankan Tiga WNA Gunakan Paspor Palsu BGN Stop Sementara Operasional 1.512 SPPG di Pulau Jawa Skema Naik BBM Bertahap Jadi Solusi Wisata Dalam Negeri Kalah Saing dari Luar Negeri karena Ini Wakil Bupati Buton Selatan Kembali Jadi Sorotan, Etika Kepemimpinan Dipertanyakan

ENERGI

Transisi Energi Indonesia Terancam Gagal

badge-check


					Foto: Sugeng Suparwoto/tangkapan layar Perbesar

Foto: Sugeng Suparwoto/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Target ambisius pemerintah untuk mencapai 76 persen energi baru terbarukan (EBT) dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 dinilai terlalu obsesif dan berisiko gagal, mengingat realisasi bauran EBT saat ini baru mencapai 15,7 persen dari target 23 persen di 2025.

Wakil Ketua Komisi 12 DPR RI Sugeng Suparwoto mengungkapkan kekhawatirannya dalam diskusi INDEF, Selasa (27/1/2026). “Saya agak kaget karena dulu tidak 76 persen dalam diskusi-diskusi kami, hanya 58 persen saja. Kok tiba-tiba melompat setinggi itu,” ujarnya.

Anggota Dewan Energi Nasional Khalid Syairazi menambahkan, target bauran EBT yang tidak pernah tercapai sejak era PPKEN lama menunjukkan kesenjangan antara perencanaan dan implementasi. “Sejak zaman PSB, semua target transisi energi tidak pernah tercapai. Musuh dari transisi energi yang pertama adalah political will,” tegasnya.

RUPTL terbaru menargetkan penambahan kapasitas pembangkit 69,5 GW hingga 2034, dengan 76 persen berasal dari EBT dan penyimpanan energi (storage). Namun, realisasi di lapangan masih didominasi energi fosil yang mencapai 85 persen dari total 107 GW kapasitas terpasang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Skema Naik BBM Bertahap Jadi Solusi

11 Maret 2026 - 17:59 WIB

Harga Minyak Diprediksi Capai USD 114 per Barel pada Mei 2026

11 Maret 2026 - 11:50 WIB

CBA Desak Kejati DKI Geledah Dirut PT PLN dalam Dugaan Korupsi Proyek Migrasi Pembangkit Rp219 Miliar

6 Maret 2026 - 21:54 WIB

Populer EKONOMI