INAnews.co.id, Jakarta- Ketua Umum Wahdah Islamiah Ustaz Zaitun Rasmin mengungkapkan bahwa Hamas dan faksi-faksi pejuang di Gaza tidak menolak keberadaan Board of Peace (BOP) bentukan Donald Trump. Yang mereka persoalkan hanya keberadaan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam organisasi tersebut.
“Sampai sekarang tidak ada pernyataan penolakan kepada BOP dari Hamas maupun faksi-faksi pejuang di Gaza. Yang mereka persoalkan kenapa Netanyahu ada juga di situ,” ujar Ustaz Zaitun di kanal Abraham Samad Speak Up, Sabtu (7/2/2026).
Menurutnya, para pejuang Gaza menyatakan bahwa bagi mereka yang paling penting bukan ada atau tidaknya BOP, melainkan pelaksanaan gencatan senjata yang konsekuen tanpa pelanggaran dan bantuan kemanusiaan yang benar-benar bisa masuk.
“Mereka nyatakan mau ada BOP atau tidak ada BOP, mereka tidak akan mungkin bisa dilucuti dan tidak akan mau dipindahkan dari Gaza,” tegasnya.
Ustaz Zaitun menilai hal ini sebagai karunia Allah bahwa kekuatan pejuang Gaza selama lebih dari 2 tahun tidak bisa dipatahkan Israel, meskipun mereka sudah mengalami blokade ekonomi dan teritorial selama lebih dari 16 tahun.
Ia juga menjelaskan bahwa fakta Palestina tidak diajak masuk BOP justru memiliki sisi positif, karena para pejuang tidak terikat perjanjian dan tetap bisa melakukan perlawanan jika diperlukan. Sementara aspirasi mereka bisa diperjuangkan oleh negara-negara Islam yang menjadi anggota BOP seperti Turki, Qatar, Indonesia, dan Saudi Arabia.






