INAnews.co.id, Jakarta– Dalam penilaian yang mengejutkan, SBY menyatakan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sistem multilateral global sudah tidak berdaya menghadapi kebangkitan politik kekuatan besar.
“Hukum internasional mati suri, tidak diindahkan. United Nations Body yang banyak sekali cabang-cabangnya itu juga seperti dianggap tidak perlu. Bahkan Dewan Keamanan PBB sudah mati suri, divided, fragmented,” kata SBY dengan nada prihatin.
Menurut mantan presiden yang pernah bertugas sebagai peacekeeper PBB di Bosnia itu, dalam 80 tahun terakhir dunia ditata sesuai Piagam PBB dengan konvensi dan hukum internasional yang efektif. Namun kini semua itu seolah “goodbye”.
SBY mencatat munculnya kembali “law of the jungle” di mana yang kuat menang dan yang lemah kalah. Ia menyoroti ketidakmampuan Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi untuk mengatasi konflik di Ukraina dan Timur Tengah.
“Kalau dunia kita mengalami krisis besar, jangan hanya menyalahkan mereka yang membuat dunia seperti itu. Salahkan orang-orang yang mestinya mencegah tapi tidak melakukan itu,” katanya mengutip Einstein dan Edmund Burke.
Yang mengkhawatirkan SBY adalah kebangkitan ultranasionalisme dan unilateralisme yang menggantikan multilateralisme. “The rise of ultranationalism itu luar biasa. Unilateralism, kematian dari multilateralisme,” tegasnya.






