Menu

Mode Gelap
Pertumbuhan Pangan 10 Persen tak Turunkan Inflasi Angka Pertumbuhan 5,39 Persen Dinilai Anomali Sandri Dukung  Penghargaan Bintang Mahaputera Untuk Kapolri Pertumbuhan Ekonomi Gagal Capai Target, Transisi Pemerintahan Dinilai Kurang Optimal Kawasan Strategis Di Jadikan Tempat Bongkar Muat BBM Yang Diduga Ilegal, Klarifikasi Dir Polairud Dinilai Tutupi Fakta Pengusaha Keluhkan Impor yang Ganggu Industri Nasional

POLITIK

PBB Sudah “Mati Suri”

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Dalam penilaian yang mengejutkan, SBY menyatakan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sistem multilateral global sudah tidak berdaya menghadapi kebangkitan politik kekuatan besar.

“Hukum internasional mati suri, tidak diindahkan. United Nations Body yang banyak sekali cabang-cabangnya itu juga seperti dianggap tidak perlu. Bahkan Dewan Keamanan PBB sudah mati suri, divided, fragmented,” kata SBY dengan nada prihatin.

Menurut mantan presiden yang pernah bertugas sebagai peacekeeper PBB di Bosnia itu, dalam 80 tahun terakhir dunia ditata sesuai Piagam PBB dengan konvensi dan hukum internasional yang efektif. Namun kini semua itu seolah “goodbye”.

SBY mencatat munculnya kembali “law of the jungle” di mana yang kuat menang dan yang lemah kalah. Ia menyoroti ketidakmampuan Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi untuk mengatasi konflik di Ukraina dan Timur Tengah.

“Kalau dunia kita mengalami krisis besar, jangan hanya menyalahkan mereka yang membuat dunia seperti itu. Salahkan orang-orang yang mestinya mencegah tapi tidak melakukan itu,” katanya mengutip Einstein dan Edmund Burke.

Yang mengkhawatirkan SBY adalah kebangkitan ultranasionalisme dan unilateralisme yang menggantikan multilateralisme. “The rise of ultranationalism itu luar biasa. Unilateralism, kematian dari multilateralisme,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Pertumbuhan Ekonomi Gagal Capai Target, Transisi Pemerintahan Dinilai Kurang Optimal

13 Februari 2026 - 16:42 WIB

Kebijakan Work From Anywhere Diterapkan Jelang Lebaran untuk Urai Kemacetan

13 Februari 2026 - 12:29 WIB

Stimulus Rp60 Triliun Dikucurkan di Kuartal I untuk Dorong Ekonomi

13 Februari 2026 - 10:23 WIB

Populer POLITIK