Menu

Mode Gelap
Catut Nama Presiden Prabowo, CWIG Desak Kasus PT BAT Bank Naik ke Penyidikan Polisi Indonesia Siap Operasionalkan Nilai Ekonomi Karbon Wamen LHK Ungkap Kesenjangan Pendanaan Iklim Keberhasilan Pasar Karbon tak Hanya Tergantung Regulasi, tapi Kolaborasi Pemangku Kepentingan Indonesia Amankan Pasokan Minyak Mentah dari Rusia hingga Akhir Tahun Polri Umumkan Rekrutmen Akpol 2026 Bebas Titipan, Mahfud: Buah Reformasi

SOSIAL

Bukti Kezaliman Israel: Penangkapan Imam dan Penutupan Al-Aqsa

badge-check


					Foto: Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) Perbesar

Foto: Ustaz Bachtiar Nasir (UBN)

INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) yang juga aktivis kemerdekaan Palestina Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) mengecam keras penutupan Masjid Al-Aqsa oleh otoritas Israel yang dilaporkan telah berlangsung selama lima hari terakhir.

Dalam wawancara kepada wartawan, Kamis (5/3/2026), UBN menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kezaliman yang melampaui batas karena umat Islam tidak diperbolehkan memasuki area masjid untuk beribadah, termasuk melaksanakan salat Tarawih.

“Ini benar-benar kezaliman yang melampaui batas. Pintu Al-Aqsa dikunci rapat sejak 1 Maret hingga sekarang. Umat Islam diusir dan dilarang beribadah di rumah Allah,” ujar UBN.

Ia juga menyoroti laporan yang menyebutkan adanya kelompok pemukim Israel yang tetap diperbolehkan memasuki kompleks masjid dengan pengawalan aparat keamanan.

Menurutnya, situasi tersebut menunjukkan adanya upaya memanfaatkan ketegangan regional untuk mengubah status quo di kawasan Al-Aqsa.

“Mereka menggunakan alasan status darurat akibat perang untuk mengambil kesempatan. Ini penghinaan bagi umat Islam,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, UBN juga menanggapi eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan beberapa negara di kawasan Timur Tengah.

Ia mengecam serangan militer yang memicu konflik, namun juga mengingatkan agar aksi balasan tidak memperluas konflik hingga melibatkan negara-negara Muslim lainnya.

“Kita mengutuk agresi militer yang memicu perang. Namun kita juga tidak bisa menerima jika serangan balasan justru mengenai negara-negara tetangga Muslim. Yang menjadi korban adalah rakyat sipil,” ujarnya.

Lebih lanjut, UBN menyebut adanya laporan penangkapan imam Masjid Al-Aqsa serta pembatasan aktivitas pegawai lembaga wakaf yang mengelola masjid tersebut.

Ia menilai langkah tersebut semakin memperburuk situasi dan berpotensi memicu kemarahan umat Islam di berbagai negara.

“Kami mendesak dunia Islam untuk bersatu dan tidak terpecah oleh kepentingan politik maupun konflik sektarian,” kata Pimpinan Perkumpulan AQL itu.

UBN juga menyerukan agar organisasi negara-negara Islam mengambil langkah yang lebih tegas dalam merespons situasi tersebut.

Selain itu, UBN mengajak umat Islam di Indonesia untuk meningkatkan doa dan solidaritas bagi warga Palestina serta para penjaga Masjid Al-Aqsa.

“Kita mungkin jauh secara geografis, tetapi secara iman kita dekat. Al-Aqsa adalah amanah bagi umat Islam,” ujarnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Siap Operasionalkan Nilai Ekonomi Karbon

17 April 2026 - 23:24 WIB

Ketimpangan Picu Penjarahan, Bukan Sekadar Isu Ekonomi

16 April 2026 - 23:59 WIB

Hilirisasi Nikel Masih Bolong di Tengah

16 April 2026 - 19:49 WIB

Populer ENERGI